Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Laba Produsen Indomie Naik 45,45%

Andina Meryani , Jurnalis-Jum'at, 29 Oktober 2010 |11:39 WIB
Laba Produsen Indomie Naik 45,45%
ilustrasi Foto: Koran SI
A
A
A

JAKARTA - Kendati sempat terganjal isu penarikan Indomie di Taiwan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) mencatatkan kenaikan laba bersih sebesar 45,45 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yaitu dari Rp891 miliar menjadi Rp1,297 triliun.

Untuk itu, ICBP mencatatkan laba per saham sebesar Rp436 per lembar saham dari yang sebelumnya tidak mencatatkan kenaikan saham.

Seperti dikutip dari laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan di Jakarta, Jumat (29/10/2010), kenaikan laba tersebut ditopang oleh kenaikan penjualan bersih sebesar 10,4 persen menjadi Rp13,565 triliun dari yang sebelumnya Rp12,291 triliun. Laba usaha naik 45,02 persen menjadi Rp2,032 triliun dari sebelumnya Rp1,401 triliun.

Sementara itu nilai aset bersih produsen Indomie tersebut juga meningkat sebesar 21 persen menjadi Rp11,715 triliun dari yang sebelumnya Rp9,678 triliun dan jumlah kewajiban hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 6,9 persen menjadi Rp8,867 triliun dari yang sebelumnya Rp8,294 triliun.

Pencapaian ICBP ini juga diikuti oleh induk perusahaannya, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) yang juga mengalami kenaikan laba bersih sebesar 42,6 persen pada triwulan III 2010 menjadi Rp2,247 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp1,576 triliun.

Penjualan bersih INDF mengalami kenaikan tipis hanya sebesar 0,04 persen yaitu dari Rp28,196 triliun menjadi Rp28,309 triliun. Sehingga laba per saham pun meningkat menjadi Rp256 per lembar saham dari yang sebelumnya Rp179 per lembar saham. Laba usaha naik 30,48 persen menjadi Rp4,86 triliun dari sebelumnya Rp3,725 triliun.

Sementara itu nilai aset bersih INDF juga meningkat sebesar 5,5 persen menjadi Rp42,886 triliun dari yang sebelumnya Rp40,630 triliun dan jumlah kewajiban justru turun tipis sebesar 1,3 persen menjadi Rp25,517 triliun dari yang sebelumnya Rp25,872 triliun.(adn)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement