Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - The Hong Kong and Shanghai Banking Coorporation Ltd (HSBC) mengatakan penyaluran kredit bisnis trade finance (pembiayaan perdagangan L/C) sebesar USD1,3 miliar di 2010.
"Kami punya basis yang kuat di trade finance, jadi kami kembangkan terus," tukas Head of Trade and Supply Chain HSBC Indonesia, Nirmala Salli kepada wartawan di Jakarta, Selasa (15/3/2011).
Dia menambahkan, dari total nasabah HSBC Indonesia, sebagian besar atau mencapai 70 persen nasabah aktivitas bisnisnya berhubungan dengan perdagangan.
"Jadi 70 persen nasabah kami itu underlying-nya trade transaction, itu termasuk perdagangan ekspor dan impor, supply chain, yang di dalamnya termasuk ada dari buyer-supplier-distributor. Ada 1.000-2.000 klien korporasi di bisnis ini," terangnya.
Menurut data Badan Pusat Statistik, selama 2010, tercatat volume transaksi ekspor Indonesia sebesar USD157 miliar, dengan rincian ekspor minyak dan gas (migas) sebesar USD28 miliar dan ekspor non-migas sebesar USD129 miliar.
"Selama 2010 perdagangan L/C ekspor yang melalui kami sebesar USD3,61 miliar, dan USD1,5 miliar untuk impor. Kami sendiri lebih banyak bergerak di non-migas, seperti tekstil, batu bara dan bahan-bahan kimia untuk ekspor, sedangkan impor kami lebih banyak membiayai bahan-bahan kimia, baja dan kapas," tambahnya.
Assistant Vice President Sales Trade and Supply Chain HSBC Indonesia Delia Melissa menambahkan sejak HSBC masuk ke Indonesia 125 tahun lalu, departemen bisnis yang pertama kali dibentuk itu adalah perdagangan (trade).
"Jadi bisa dibilang perdagangan di Indonesia ini menjadi bread and butter (pelengkap) bisnis kami," ucapnya. (ade)