Genggam Modal Rp13,3 Triliun, HSBC Indonesia Incar Infrastruktur

ant, Jurnalis · Selasa 09 Mei 2017 16:47 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 09 320 1687117 genggam-modal-rp13-3-triliun-hsbc-indonesia-incar-infrastruktur-d2QjDXhBrU.jpg Ilustrasi: (Foto: Okezone)

JAKARTA - PT Bank HSBC Indonesia yang merupakan penggabungan antara PT Bank Ekonomi Raharja dan kantor cabang bank asing HSBC, saat ini memiliki modal mendekati Rp14 triliun dan berencana meningkatkan portofolio kredit infrastruktur.

Presiden Direktur PT Bank HSBC Indonesia Sumit Dutta mengatakan, induk usaha HSBC baru saja menambahkan modal sebesar USD1 miliar atau setara Rp13,3 triliun (kurs Rp13.300 per USD) pada awal April 2017 sebelum peresmian integrasi dua bank tersebut pada 17 April 2017.

"Alasan kami menambah modal satu miliar dolar AS untuk dapat meningkatkan usaha di Indonesia dan juga memperkuat bisnis kami karena jaringan cabang kami semakin banyak. Tambahan modal itu akan memperkuat kredit ritel, UMKM, pengelolaan dana nasabah kaya (wealth management) dan kredit korporasi," kata Sumit di Jakarta, Selasa (9/5/2017).

Induk usaha jaringan global HSBC sebelumnya juga sudah menambahkan modal bagi Bank Ekonomi Raharja pada akhir 2016 sebesar Rp1 triliun untuk menaikkan status bank tersebut menjadi Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) III.

Direktur Perbankan Komersial PT. Bank HSBC Indonesia Catherine Hadiman mengatakan tambahan modal terbaru dari induk usaha akan cukup untuk memfasilitasi ekspansi HSBC Indonesia ke kredit infrastruktur.

Catherine mengatakan, selain infrastruktur, sektor lain yang dibidik untuk menjadi sasaran baru adalah farmasi. Namun, HSBC juga akan mempertahankan bisnis pembiayaan perdagangan (trade finance) dan memperluas jaringan kredit UMKM sebagai akar bisnis Bank Ekonomi Raharja.

Kepala Pasar Global PT Bank HSBC Indonesia Ali Setiawan mengatakan, dengan integrasi ini, jumlah kantor cabang bertambah menjadi 99 unit di 29 kota. Oleh karena perluasan jaringan tersebut, HSBC pada tahun ini, kata Ali, masih ingin melakukan pemetaan dan konsolidasi internal.

Ali enggan menyebutkan target pertumbuhan kredit tahun ini, namun dia mengatakan kredit HSBC Indonesia baru akan terakselerasi pada 2018 karena pada tahun ini pihaknya lebih memprioritaskan konsolidasi internal.

"Penambahan cabang juga belum kita rencanakan lagi. Tahun ini kita mau bertumbuh, tapi kan baru lahir jadi tidak bisa langsung loncat," kata dia.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini