132 Tahun di Indonesia, HSBC Masuki Babak Baru Jadi Bank HSBC Indonesia

Fakhri Rezy, Jurnalis · Selasa 09 Mei 2017 16:26 WIB
https: img.okezone.com content 2017 05 09 320 1687089 132-tahun-di-indonesia-hsbc-masuki-babak-baru-jadi-bank-hsbc-indonesia-nLU94cUctI.JPG Ilustrasi:

JAKARTA – HSBC tengah berupaya mengintegrasikan cabang bank asing dengan anak perusahaan lokalnya sebelumnya, PT Bank Ekonomi Raharja. Kini upaya tersebut menjelma menjadi sebuah bank terintegrasi bernama PT Bank HSBC Indonesia (HBID).

Dengan bergabungnya dua entitas tersebut, PT Bank HSBC Indonesia berambisi unggul dalam memberikan layanan perbankan yang lebih baik bagi nasabah. Integrasi ini menjadi babak baru dari 132 tahun keberadaan HSBC di Indonesia serta memperkuat komitmennya di pasar strategis ini.

“Hari ini, kita memulai babak baru sebagai bank terintegrasi yang akan membantu kami bertumbuh di sektor perbankan ritel dan komersial, serta memperkuat posisi kami di perbankan korporasi dan transaksi lintas negara. PT Bank HSBC Indonesia yang terintegrasi akan membantu nasabah mengambil manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang signifikan serta memperkuat pasar keuangan ke depannya,” jelas Sumit Dutta, Presiden Direktur (yang ditunjuk) PT Bank HSBC Indonesia dalam keterangan tertulisnya.

Menggabungkan kekuatan penawaran produk-produk dari HSBC Indonesia dan jaringan cabang Bank Ekonomi di Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia akan membantu perkembangan dunia usaha serta memenuhi harapan dan ambisi nasabah. Indonesia, sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar di ASEAN, terus menunjukkan pertumbuhan yang dipacu oleh perpaduan peningkatan pendapatan, urbanisasi, serta penanaman modal di bidang infrastruktur.

Ditopang oleh budaya kewirausahaan dan inovasi bisnis, Indonesia berada di jalur yang tepat untuk menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia pada 2030 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB).

“Ini merupakan peristiwa penting bagi HSBC. Kami terus berkomitmen untuk berkontribusi bagi perkembangan ekonomi Indonesia, sekaligus menghubungkan nasabah kami dengan beragam peluang di seluruh dunia melalui jaringan global kami yang tak tertandingi,” tambah Sumit Dutta.

Meningkatnya populasi kelas menengah dan kebutuhan infrastruktur yang masif di Asia, menciptakan peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Hal ini juga dipicu oleh konektivitas regional dengan perekonomian ASEAN serta keterkaitan dengan Inisiatif Jalur Sutera (Belt and Road Initiative) dari China.

Sejarah HSBC dimulai dari pembiayaan perdagangan di Asia. Kawasan ini tetap menjadi fokus strategi ketika HSBC mempunyai posisi unik untuk dapat meraih manfaat dari perkembangan ekonomi Asia. Jaringan HSBC mencakup lebih dari 90% PDB, perdagangan, dan aliran modal global.

(dni)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini