Ilustrasi. Foto: Corbis
JAKARTA - Produsen alat berat, PT Sumitomo Construction Machinery Indonesia (SCMI) akan mengeluarkan dana investasi sekira USD100 juta hingga 2013. Dana itu akan dipergunakan untuk membangun pabrik alat berat di Indonesia.
Corporate Planning SCMI Aswandi mengatakan, untuk tahap pertama, perusahaan akan membangun pabrik dengan kapasitas sebesar 1.000 unit per tahun di kawasan industri Karawang, Jawa Barat yang seluas 10,1 hektare (ha).
"USD35 juta itu untuk kapasitas 1.000 unit, lalu kita akan tambah lagi hingga mencapai angka investasi sebesar USD100 juta," kata Aswandi di Jakarta, akhir pekan lalu.
Aswandi berharap, pembangunan pabrik itu akan mulai berproduksi pada bulan September 2011. Di mana, seluruh hasil produksi nantinya akan difokuskan untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri.
Direktur Permesinan Direktorat Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) C Triharso membenarkan rencana investasi SCMI tersebut.
"Sebenarnya, peluang alat berat di Indonesia masih sangat besar, Pada saat ini, pemaim besar hanya tiga yakni Komatsu, Hitachi, dan Caterpillar. dengan kapasitas produksi baru mencapai 6.000 unit per tahun, sementara permintaan mencapai 15 ribu unit per tahun,” terang Triharso.
Selain itu, Triharso mengaku, pada saat ini, juga sudah ada dua perusahaan asal Korea yang berminat membangun pabrik alat berat di Indonesia, yakni Hyundai dan Daewoo. “Karena pasar kita sangat menjanjikan, mudah-mudahan tahun ini sudah masuk,” ucap Triharso. (Sandra Karina/Koran SI/ade)