>

Kemenakertrans Bangun Food Estate di Lokasi Transmigrasi Kaltim

|

Iman Rosidi - Trijaya

Menakertrans Muhaimin Iskandar. Foto: Koran SI

Kemenakertrans Bangun Food Estate di Lokasi Transmigrasi Kaltim
JAKARTA - Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi  akan mulai membangun Food Estate di lokasi Transmigrasi yang berada di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM)  Salim Batu, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur pada tahun 2011.

“Pengembangan food estate di KTM Salim Batu dilakukan untuk mengantisipasi masa depan penyediaan pangan bagi penduduk Indonesia. Bahkan soal penyediaan pangan ini sudah menjadi isu global dan sangat mendesak untuk segera diwujudkan,”kata  Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Kantor Kemenakertrans, Jakarta.

KTM Salim Batu yang dikembangkan sebagai kawasan food estate ini akan memanfaatkan areal potensial yang bisa digunakan seluas 30.000 ha dengan melibatkan 7.841 Keluarga/ 30.215 jiwa yang terdiri dari penduduk asli dan masyarakat transmigran. Sebagai tahap awal, Kemenakertrans bekerja sama dengan mitra kerja PT Sang Hyang Sri (PT. SHS) melalui kontrak manajemen.

Bahkan PT SHS telah mulai melakukan pengembangan padi Hibrida seluas 100 Ha yang meliputi wilayah Tanjung Palas seluas 50 Ha, wilayah Tanjung Palas Utara seluas 30 Ha dan wilayah Tanjung Selor seluas 20 Ha. “Dalam konsep Food Farming ini petani atau transmigran tidak hanya sebagai pekerja tetapi juga bertindak sebagai pemilik usaha dengan manajemen PT. SHS dalam bentuk Corporate Farming,“ kata Muhaimin.

Muhaimin Iskandar menjelaskan pengembangan food estate di lokasi transmigrasi ditujukan untuk mendukung  perubahan pola produksi pangan yang selama ini bersifat individu (pertanian individu) menjadi pertanian tanaman pangan yang terorganisir oleh suatu corporate manajemen.

“Pengembangan Food Estate pada kawasan Delta Kayan di KTM Salim Batu Kabupaten Bulungan Provinsi Kalimantan Timur akan berdampak pada percepatan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pembangunan kawasan transmigrasi,"kata Muhaimin optimis.

Gagasan food estate di lokasi transmigran ini telah dilakukan serangkaian pertemuan yang melibatkan Staf Khusus Presiden R.I Bidang Otonomi Daerah, Felix Wanggai pada tanggal 10 Maret 2011. KTM Salim Batu yang akan dikembangkan sebagai kawasan food estate berada pada kawasan Delta Kayan yang memiliki areal potensial seluas 30.000 ha. Untuk kedepannya kawasan food estate akan ditanami kelapa sawit, persawahan dan pengembangan usaha ternak.

Di dalam KTM Salim Batu sudah terdapat desa dan lokasi permukiman transmigrasi di Tanjung Buka yang terdiri dari Satuan Pemukiman (SP) satu sampai dengan SP 9 dengan jumlah penduduk keseluruhan sebanyak 7.841 Keluarga atau 30.215 jiwa.

Permukiman transmigrasi yang sudah ditempatkan adalah kawasan Tanjung Buka  SP 1, SP 2, SP 7 dan SP 8 sebanyak 1.165 keluarga atau 4.951 jiwa, dan diperkirakan juga masih mampu menampung penempatan transmigrasi baru sekira 500 keluarga.

Lebih lanjut, Muhaimin berharap pembangunan food estate ini dapat mendayagunakan sumber daya alam tersebut sesuai dengan program transmigrasi yang dapat mensinergikan sumber daya alam dan sumber daya manusia dalam satu proses produksi yang berkesinambungan. (wdi)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
0 komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Menkeu Sebut Kartu Sakti Jokowi Bukan Kompensasi Kenaikan BBM