JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan pada Mei 2011 ini Indonesia akan mengalami deflasi kecil. Kemungkinan, deflasi ini akan kurang dari 0,1 persen lantaran masih terus menurunnya harga harga volatile food sehingga tidak memberi tekanan pada inflasi.
"Kelihatannya inflasi Mei itu mungkin tidak inflasi, malah mungkin deflasi, deflasi kecil. Mungkin kurang dari 0,1 persen, tapi karena tahun lalu inflasinya kalau tidak salah 0,29 persen kan tahun lalu, year on year (yoy), kelihatannya begitu pemantauan kita," ungkap Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution usai salat jumat di Komplek BI, Jakarta, Jumat (27/5/20110).
Menurut Darmin, untuk core inflation juga akan mengecil atau menurun, ini karena inflasi juga merendah pada bulan ini. Sehingga ini akan membuat inflasi year on year (yoy) akan menurun. Darmin mengatakan core inflasi ini akan berada pada 5,8-5,9 persen.
"Kemungkinan karena inflasi rendah juga secara bulan yang sama tahun lalu ada sekitar 0,29 persen, maka berarti year on year (yoy) dibawahnya enam persen, mungkin 5,8-5,9 persen, core inflasi juga akan sedikit mengecil dibanding yoy pada bulan lalu," tambah Darmin.
Walaupun demikian Darmin mengaku kebijakan moneter Bank Indonesia masih akan terus mewaaspadai inflasi lanjut pada bulan Juni dan dan mewaspadai inflasi pada triwulan III yang dia akui belum bisa diprediksi.
"Kebijakan moneter itu tidak terlalu merespon apa yang terjada pada bulan yang lewat, apa pun yang kita putuskan pada bulan Juni tetap kita masih waspadai pada triwulan III itu. Kita belum tahu seperti apa. Tetapi memang sekarang ini tekanan inflasinya ,dengan hasil bulan Mei tekanannya rendah, karena bahan makanan terutama volatile food-nya harga-harganya masih cenderung menurun meski kecil sedikit demi sedikit, walaupun masih ada juga yang naik," jelasnya.
“Jadi tekanan inflasi tahun ini masih terjadi, tetapi kalau diluar administered price kelihatannya tekanan inflasi tidak terlalu berat," pungkasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.