>

Indopoly Targetkan Produksi 20 Ribu Ton/Tahun

|

Gina Nur Maftuhah - Okezone

ilustrasi Foto: Tangguh Putra/okezone

Indopoly Targetkan Produksi 20 Ribu Ton/Tahun
PURWAKARTA - PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) meresmikan fasilitas production line bopet di pabriknya. Dari fasilitas baru ini, Indopoly mentargetkan akan memproduksi 20 ribu ton bopet film per tahun.

Hal ini disampaikan Presiden Direktur Indopoly Henry Halim dalam Commisioning Ceremony Biaxially Oriented Polyester Film Bopet and Metalizing Production line di kawasan pabriknya Purwakarta, Senin (27/06/2011).

"Dengan peresmian production line bopet yang menggunakan mesin Bruckner ini akan mampu memproduksi 20 ribu ton bopet film per tahun. Dari dua metalizing line baru, kami berharap produksinya dapat mencapai 14 ribu ton per tahun. Sehingga ke depan, Indopoly berharap akan dapat meningkatkan kapasitas produksinya menjadi 100 ribu ton per tahun," ungkapnya.

Metalizing line ini sendiri diharapkan akan dapat menjadi nilai tambah untuk production line Bopet dan BOPP dalam memproduksi high barrier metalized film.

"Kami menginvestasikan USD50 juta untuk pembangunan production line bopet dan kedua metalizing tersebut. Ekspansi ini akan ditargetkan menambah penjualan perusahaan sebesar USD70 juta per tahun sehingga total penjualan Indopoly Group akan mencapai USD 280 juta," lanjutnya.

Sekedar informasi, Bopet film adalah jenis plastik tembus pandang (flexible packaging film) yang memiliki ketahanan tinggi terhadap udara (high gas barrier). BOPP film sendiri adalah jenis flexible packaging film yang memiliki ketahanan tinggi terhadap kelembaban (high moisture barrier).

Dengan dua fasilitas ini, Indopoly akan dapat mendiversifikasi production line secara horizontal dan merealisasikan strategi untuk mengintegrasi bisnisnya secara vertikal.

"Dengan ekspansi ini akan memperkuat Indopoly sebagai pemimpin pasar Asia dan mendorong penetrasi kami menembus pasar dunia," tandas Henry.

Di tempat yang sama, Menteri Perindustrian MS Hidayat dalam sambutannya menyatakan bahwa dengan diresmikannya fasilitas baru ini, ia berharap konsumsi plastik hilir Indonesia akan terus merangkak naik.

"Saat ini, potensi konsumsi plastik. hilir di Indonesia masih cukup besar karena konsumsi nasional perkapita per tahun baru mencapai 10 kilogram perkapita per tahun. Padahal, negara lain seperti Malaysia telah mencapai 56 kg, Thailand 45 kg, dan Singapura 93 kg per tahun," ungkapnya.

Plastik hilir sendiri biasa dimanfaatkan sebagai kemasan pada produk-produk makanan dan minuman, kosmetik, elektronik, otomotif, kimia pertanian, household, minyak pelumas dan lainnya.
(and)

berikan komentar anda

Login untuk komentar

Login
komentardisclaimer

    berita lainnya

    Baca Juga

    Cara Menghitung Tarif Angkutan Umum yang Wajar