nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indopoly Bagi-Bagi Dividen Tunai USD1,34 Juta

Kamis 16 Mei 2019 12:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 05 16 278 2056419 indopoly-bagi-bagi-dividen-tunai-usd1-34-juta-88nPTGvQjg.jpeg Ilustrasi: Shutterstock

JAKARTA – Berkah dari pencapaian positif kinerja keuangan sepanjang tahun 2018 kemarin, PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk (IPOL) memutuskan untuk membagikan dividen untuk tahun buku 2018 sebesar Rp3 per saham. Keputusan pembagian dividen tersebut telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang di gelar di Jakarta.

Kata Wakil Presiden Direktur Indopoly Swakarsa Industry, Jeffrey Halim, rapat umum pemegang saham tahunan menetapkan nilai dividen tunai yang dibayarkan kepada pemegang saham sebesar USD1,34juta atau setara dengan Rp3 per saham. Jumlah dividen tunai ini setara dengan 27,57% dari laba bersih sebesar USD4,85juta pada 2018.

Baca Juga: Indopoly Rampungkan 3 Proyek Senilai USD20 Juta

Emiten produsen kemasan plastik ini mencatatkan kenaikan laba bersih pada 2018 itu sebesar 130,95% secara tahunan, dari USD2,10juta pada 2018 menjadi USD4,85juta pada 2019.Dividen akan dibayarkan kepada pemegang saham pada 14 Juni 2019. Tanggal pencatatan terakhir bagi para pemegang saham untuk menerima dividen pada 27 Mei 2019."Perseroan konsisten membagi dividen ke publik sepanjang pasar dan profit perusahaan bagus," ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Kamis (16/5/2019).

Adapun, sisa laba bersih ditetapkan sebagai dana cadangan sebesar USD100.000 dan laba ditahan sebesar USD3,42juta. Pada tahun ini, perseroan mengalokasikam belanja modal sebesar USD1,5juta yang bersumber dari kas internal untuk pemeliharaan rutin. Disampaikanya, penggunaan belanja modal tersebut digunakan untuk perawatan mesin. Tahun ini, lanjutnya, perseroan belum ada rencana ekspansi bisnis pembangunan pabrik di dalam dan luar negeri.

grafik

Namun demikian, kata Jeffery Halim,perseroan optimis target penjualan tahun ini bisa tumbuh 5%hingga 10%. Keyakinan tersebut didasarkan kondisi pasar tahun ini yang stabil dan jauh lebih baik dari tahun sebelumnya. Perseroan sendiri diklaimnya sudah menjalankan industri 4.0 untuk digitalisasi mesin untuk perawatan hingga bahan baku. Hal ini dilakukan dalam rangka menekan efisiensi dan human error.

Perseroan sendiri saat ini mendukung produk plastik ramah lingkungan dan bahkan sudah dipasarkan ke empat negara. Melihat isu tersebut, hal ini menjadi peluang pasar yang cukup menjanjikan bagi perseroan karena sudah memiliki produk yang ramah lingkungan yang efisien.

(kmj.-)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini