JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih terbenam di zona negatif setelah awan mendung masih menggelayuti sejumlah bursa utama di Asia. Investor memilih sikap wait and see sehingga menahan pergerakan di lantai bursa.
IHSG, Senin (25/7/2011) sesi I turun 26,81 poin ke 4.080,01. Indeks LQ45 turun 6,11 poin ke 719,83 dan Jakarta Islamic Index (JII) turun 4,43 poin ke 563,69.
Volume perdagangan hingga siang ini terpantau sebanyak 4,227 miliar lembar saham senilai Rp2,204 triliun. Sebanyak 76 saham menguat, 162 saham melemah, dan 88 saham tidak mengalami perubahan harga. Investor asing mulai melakukan aksi profit taking dengan aksi jual sebesar Rp39,79 miliar.
Bursa Asia siang ini masih betah di zona merah. Indeks Hang Seng merosot 176,52 poin atau 0,79 persen ke 22.268,28, indeks Nikkei 225 turun 82,14 poin atau 0,81 persen ke 10.049,97 dan indeks Strait Times turun 29,49 poin atau 0,93 persen ke 3.153,46.
Sektor pertambangan makin merosot hingga 27.06 poin disusul sektor perkebunan yang juga ambles 18,69 poin.
Saham-saham yang bergerak menguat (top gainers), di antaranya PT Mayora Indah Tbk (MYOR) naik Rp500 ke Rp16.250, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) naik Rp250 ke Rp2.850, dan PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI) naik Rp240 ke Rp1.740.
Sedangkan saham-saham yang bergerak melemah (top lossers), di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.000 ke Rp52.950, PT Indo Tam,bangraya Megah Tbk (ITMG) turun Rp800 ke Rp49.450 dan PT Astra Internasional Tbk (ASII) turun Rp450 ke Rp72.450.
(Andina Meryani)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.