JAKARTA - Pemerintah menyatakan telah menyetujui Global Medium Term Note (GMTN) PLN senilai USD2 miliar.
"Sudah saya tandatangani USD2 miliar Global Mid Term, menyusul Pertamina USD1,5 miliar. Kalau ini jalan totalnya USD3,5 miliar. Ini saya kira kesempatan bagus, di saat capital inflow sedang bagus-bagusnya kita tangkap," ungkap Menteri BUMN Mustafa Abubakar, saat ditemui dikantornya, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (5/8/2011).
Mustafa juga menyatakan jika ingin mendorong BUMN lain untuk bisa seperti Pertamina dan PLN. "Saya pun ingin mendorong banyak BUMN untuk bisa seperti ini. PTBA, PGN, termasuk bandara-bandara oleh Angkasa Pura, Kereta Api, Pelindo. Kita dorong terus," imbuhnya.
Adapun tenor dari GMTN tersebut dikatakannya satu sampai lima tahun, berbeda dengan Pertamina yang jangka panjang. "Ini mid term, beda dengan pertamina yang long term, ini satu sampai lima tahun. Kapannya belum tahu," jelasnya lagi.
Direktur Utama PLN Dahlan Iskan menyatakan jika roadshow yang akan dilakukan terkait dengan GMTN tersebut di antara ke pusat keuangan. "Ya rutin, ke pusat keuangan, Singapura, Hong Kong, London, New York dan Los Angeles," ungkapnya.
Terakhir, Dahlan menyatakan jika dana yang diperoleh dari GMTN tersebut akan digunakan untuk capital expenditure (capex) atau belanja modal perusahaan. "Untuk capex-lah, kalau opex kan dari pemerintah," tandasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.