image: corbis.com
KARAWANG - Indonesia dan Kanada kembali membahas masalah investasi yang dilakukan oleh produsen BlackBerry yakni Research In Motion (RIM).
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Gita Wirjawan mengatakan, hal itu dilakukan pada saat pihaknya bertemu dengan Menteri Perdagangan Kanada Ed Fast.
"Kita membahas tentang RIM. Kami menyampaikan ke mereka bahwa mereka sangat mempunyai kepentingan untuk melakukan industrialisasi di Indonesia . Tentunya itu kita inginkan agar fasilitas manufaktur dan produksi bisa dilakukan di Indonesia . Beliau sangat mendengarkan saya,” kata Gita usai acara peresmian pabrik PT Multi Nitrotama Kimia (MNK) kedua di Cikampek, Karawang, Jawa Barat, Senin (3/10/2011).
Gita menjelaskan, pemerintah siap untuk memberikan kemudahan investasi.
"Kita akan menyampaikan syarat fiskal dan non fiskal untuk kepentingan mereka datang ke sini. Kalau mereka mau mendirikan pabrik disini, kita akan berikan insentif dan kalau nonfiskal berkaitan dengan perijinan,tanah, dan lainnya, kita akan fasilitasi,” ujarnya.
Gita mengaku, Menteri Perdagangan Kanada Ed Fast siap membantu agar masalah tersebut bisa segera diatasi.
“Ini baru pertama kali kan ke Indonesia . Beliau baru jadi menteri sekira 4,5 bulan. Beliau sangat mengetahui permasalahan. Semangatnya adalah ingin membangun komunikasi yang konstruktif agar ini bisa diselesaikan dengan hasil positif,” jelasnya.
Gita menambahkan, hingga saat ini, Kanada belum mempunyai komitmen investasi lain. "Investasi Kanada di Indonesia masih kecil. Ada Manulife asuransi yang besar,” ucapnya. (rfa) (Sandra Karina/Koran SI/rhs)