Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kredit BII Tumbuh 22%

Erichson Sihotang , Jurnalis-Senin, 31 Oktober 2011 |18:30 WIB
Kredit BII Tumbuh 22%
Image: corbis.com
A
A
A

JAKARTA - PT Bank International Indonesia Tbk (BII) membukukan pertumbuhan kredit konsolidasi menjadi Rp61,9 triliun, naik 22 persen dari periode sebelumnya sebesar Rp50,8 triliun.

Plt Presiden Direktur BII Rahardja Alimhamzah mengatakan, pertumbuhan kredit UKM & Komersial memberikan kontribusi terbesar yakni 26 persen terhadap total kredit, nilainya mencapai Rp22,2 triliun dari periode September 2010 Rp17,6 triliun.

Sementara, kredit Korporasi memberikan kontribusi sebesar 24 persen terhadap total kredit, sedangkan kredit UKM & Komersial sebesar 36 persen dan kredit Konsumer 40 persen.

"Rencana pertumbuhan kami yang berkelanjutan pada seluruh segmen akan lebih meningkatkan kinerja sekaligus terus meningkatkan pangsa pasar," ujarnya dalam keterangan persnya, Senin (31/10/2011).
 
Sementara, dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK), jumlah simpanan nasabah mencapai Rp66,6 triliun per September 2011, naik 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp55,4 triliun.

Giro naik menjadi Rp10,8 triliun, naik 17 persen dari September 2010 sebesar Rp9,2 triliun. Tabungan meningkat menjadi Rp14,8 triliun, naik 18 persen dari Rp12,5 triliun dan Deposito menjadi Rp41,1 triliun, naik 18 persen dari Rp33,6 triliun.

"Bank terus melakukan serangkaian inisiatif yang inovatif untuk lebih meningkatkan komposisi pendanaan," tandasnya. 

Adapun, kredit bermasalah gross (Non Performing Loan/NPL) turun menjadi 2,54 persen per September 2011 dari 3,52 persen per September 2010. Dengan Loan to deposit ratio (LDR) berada pada level sebesar 92,6 persen. (rfa)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement