JAKARTA - PT Coalindo Energy bekerja sama dengan Argusmedia guna mengeluarkan Indonesia Coal Index 5 (ICI-5) untuk dijadikan salah satu Harga Batu Bara Acuan (HBA).
"Sejak 2006, kami bekerja sama dengan Argus untuk mengeluarkan ICI 1,2,3, dan 4. Sekarang kami mengeluarkan ICI-5 ntuk dijadikan harga batubara acuan (HBA) berkalori 3.400 kcal atau low rank," ujar Presiden Komisaris Coalindo Energy Jeffrey Mulyono dalam sambutannya di acara Launching ICI-5 di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Kamis (10/11/2011).
Dia juga mengatakan, HBA ini dipakai sebagai pertimbangan pemerintah untuk menetapkan harga-harga batu bara yang akan dijual ke pasar. "Nanti implikasinya seperti itu," katanya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Thamrin Sihite menilai ICI-5 dapat menguntungkan pemerintah dan pelaku bisnis karena bisa juga dijadikan acuan penetapan Domestic Public Obligation (DMO). "ICI ini bisa menguntungkan pemerintah dan pelaku bisnis. Selain masalah harga, indeks ini bisa dijadikan acuan penentuan DMO nantinya," tegas Thamrin.
Menurutnya, untuk penetapan DMO ini juga jangan terlalu memperhitungkan tonase batu bara yang dihasilkan melainkan harus dilihat dari sisi kualitas. "Kita jangan melihat tonase tapi melihat kualitas ini yang jadi bahan DMO batu bara nantinya," pungkasnya.
Thamrin juga menjelaskan batu bara low rank atau kalori rendah ini akan mendominasi komoditi energi 50 tahun ke depan. "Batu bara kan murah jadi kemungkinan 50 tahun ke depannya komoditi ini yang paling mendominasi," jelasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.