Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Genjot Penerimaan, Dirjen BC Akan Temui Wamendag

Wisnoe Moerti , Jurnalis-Jum'at, 11 November 2011 |09:10 WIB
Genjot Penerimaan, Dirjen BC Akan Temui Wamendag
Wamendag Bayu Krisnamurthi. Foto: Yudha/okezone
A
A
A

PALU - Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan Agung Kuswandono mengungkapkan keinginannya bertemu dengan pimpinan Kementerian Perdagangan.

Hal ini dilakukan mengingat target penerimaan bea cukai yang semakin besar tahun depan. Di sisi lain juga dihadapkan pada tantangan perjanjian perdagangan bebas.

Catatan saja, dalam RAPBN 2012 pemerintah mengusulkan target penerimaan DJBC sebesar Rp114,876 triliun, lebih rendah 0,1 persen ketimbang target yang dipatok dalam APBNP 2011.

Dari usulan ini, rinciannya pemerintah mengusulkan target penerimaan dari pos bea masuk sebesar Rp23,534 triliun atau naik 9,5 persen dari pagu APBNP 2011, penerimaan dari pos cukai sebesar Rp72,443 triliun, tumbuh 6,4 persen dari pagu APBNP 2011.

Sedangkan untuk bea keluar, pemerintah mengusulkan target penerimaan sebesar Rp 18,889 triliun, turun 25,7 persen dari pagu APBNP 2011 yang sebesar Rp25,439 triliun.

Dengan tambahan target ini, artinya tahun depan target penerimaan bea cukai sebesar Rp118,376 triliun. Rinciannya, sebesar Rp75,443 triliun dari pos cukai. Sedangkan sisanya berasal dari pos bea masuk dan bea keluar.

Upaya mengejar target tersebut bukan hal yang mudah. Terlebih, kebijakan perjanjian perdagangan bebas yang ditandatangani antara Indonesia dengan negara kawasan Asean dan dengan negara kawasan lain, diakui berpotensi menggerus penerimaan negara dari bea cukai.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan untuk mencari strategi yang tepat.

"Saya akan bertemu dengan Pak Bayu Khrisnamurti (Wakil Menteri Perdagangan) karena banyak hal yang harus dibicarakan terkait perdagangan bebas,” tambahnya, di Palu, Kamis (10/11/2011) malam.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement