PALU - Selain kayu Eboni, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan kakao,potensi terbesar penerimaan bea keluar wilayah Sulteng adalah rotan.
Kepala Kantor Pelayanan Bea Cukai wilayah Sulteng M Sjafei menyebutkan, rata-rata setiap tahun ekspor rotan dari Sulteng lebih dari 5.000 ton dengan tujuan terbesar ke Malaysia.
Sementara untuk kakao tujuan terbesar ke negara-negara produksi Coklat di Eropa. "Ekspor rotan sekarang sudah ada kuotanya, tiap tiga bulan sekali'," kata Sjafei di Palu, Jumat (11/11/2011).
Dia mengakui, Sulteng merupakan daerah penghasil rotan nomor satu di Indonesia. Sedangkan Kalimantan masih dibawah Sulteng. Sjafei menuturkan, ekpor rotan berkontribusi cukup signifikan bagi penerimaan bea keluar Sulteng yang hingga akhir Oktober 2011 sudah menyentuh Rp97,8 miliar.
Meskipun persentasenya masih di bawah coklat, kontribusi rotan cukup besar. Sayangnya, Sjafei enggan menyebutkan besaran penerimaan bea keluar dari masing-masing komoditi.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.