JAKARTA - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menargetkan pendapatan pada tahun depan bisa meningkat 8-10 persen.
"Kondisi Eropa dan Amerika Serikat (AS) tidak bisa diprediksi, permintaan masih kuat terutama Asia, China, India, Asean, domestik juga masih bagus. Saya harap tahun depan revenue bisa 8-10 persen," kata Presiden Direktur Adaro Garibaldi Thohir saat ditemui di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (21/11/2011).
Dia menyebutkan, jika pendapatan hingga saat ini sudah menembus hampir USD2 miliar. Selain itu produksi batu bara hingga saat ini juga tercatat mencapai 46-48 juta ton. "Kalau tahun depan kondisi pasar bagus, bisa 52-53 juta ton," imbuhnya.
Sebagai informasi, hingga kuartal III-2011 perusahaan mencatatkan laba bersih pada sebesar USD376 juta, meningkat 96,5 persen menjadi periode yang saham tahun sebelumnya USD191 juta. Laba bersih mencakup pembayaran pajak dan royalti kepada pemerintah sebesar USD288,3 juta dan USD281,8 juta.
Kenaikan laba bersih ditopang oleh kenaikan volume produksi dan harga jual rata-rata, serta keuntungan selisih kurs sebesar USD9 juta dan tidak adanya amortisasi goodwill, dibandingkan dengan beban amortisasi sebesar USD40,1 juta yang terjadi pada periode yang sama tahun lalu.
Produksi Adaro juga tercatat meningkat 10,8 persen menjadi 35,28 juta ton, dan penjualannya juga meningkat 18,4 persen menjadi 38,33 juta ton.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.