JAKARTA - PT Pertamina (Persero) siap mengetuai program konversi Bahan Bakar Minyak (Ð'Ð'Ð ) ke Bahan Bakar Gas (BBG) di sektor transportasi.
"Kalau memang pemerintah mempercayakan kepada kami, tentu kami siap untuk menjadi leader dalam program konversi tersebut," ujar Vice President Coorporate Communication Pertamina Mochamad Harun kala ditemui dalam acara revitalisasi konversi gas untuk sektor transportasi, di Gedung Diklat ESDM, Jakarta, Selasa (22/11/2011).
Namun, pihaknya menyerahkan kebijakan ini kepada pemerintah, karena pemerintah yang memegang penuh keputusan untuk program ini. "Yang jelas kita memiliki up stream dan pasokan buat BBG," jelasnya.
Dia menambahkan, Pertamina optimistis dapat mengembangkan energi yang murah dan ramah lingkungan ini. "Kita ada sukses story konversi minyak tanah ke gas. Apalagi kita juga didukung oleh up stream dan pasokan buat SPBG," kata Harun.
Selain itu, Harus mengatakan, harga BBM subsidi saat ini dinilai harga yang tidak wajar. Oleh karena itu pemanfaatan BBG sebagai bahan bakar kendaraan juga memiliki potensi yang sangat besar. "Subsidi BBM jelas menjadi salah satu penghambat berkembangnya BBG," ungkapnya.
Dia menambahkan, tidak berkembangnya penggunaan BBG untuk kendaraan dikarenakan harga BBG sendiri masih terlalu rendah, sehingga pengusaha tidak mau mengembangkan. "Harga ini sangat murah jadi investor juga melihatnya kurang berpotensi lah. Maka rencana menaikkan harga BBG Rp4.100 itu sangat realistis, sesuai dengan apa kata Wakil Menteri (Wamen) tadi," pungkasnya. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.