JAKARTA - PT Pertamina (Persero) menegaskan penurunan harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, yakni pertamax cs bukan untuk mengatasi kelangkaan BBM subsidi.
"Tetapi memang harganya turun jadi kita turunkan. Kalau tidak diturunkan nanti masyarakat bisa marah sama kita," kata Vice President Corporate Communication Mochamad Harun ketika dihubungi okezone di Jakarta, Jumat (02/12/2011).
Dia menjelaskan, jika harga pertamax ini bukan dipengaruhi harga minyak mentah dunia tetapi harga rata-rata produk minyak yang sudah diolah atau Mid Oil Platts Singapore (MOPS). "Kalau harga itu tidak dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia tetapi harga rata-rata minyak yang sudah diolah atau MOPS itu," ujar Harun.
Dia menambahkan saat ini yang jadi patokan semua harga BBM, yaitu MOPS tadi sehingga jika MOPSnya naik maka semua BBM di Indonesia harganya pasti mengalami kenaikan.
Sebelumnya, kembali menurunkan harga pertamax sebesar Rp250-300 per liter. “Penurunan harga jual Pertamax cs ini berlaku 2 Desember pukul 00.00 WIB,” ujar Wakil Ketua DPD Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) wilayah DKI Jakarta, Jabar dan Banten Eko Wuryanto kepada okezone di Jakarta, Kamis (01/12/2011).
Dirinya mengaku langkah Pertamina menurunkan harga jual pertamax cs ini di luar dugaan banyak pihak, termasuk para pemilik SPBU atau pom bensin. Sebab berdasarkan hitungan, dia mengungkapkan harga jual pertamax cs seharusnya naik, mengingat harga minyak mentah di pasar dunia naik serta menguatnya nilai tukar dolar AS terhadap rupiah.
Dia menambahkan kemungkinan langkah ini disebabkan adanya kekhawatiran akan kelangkaan BBM bersubsidi jika harga pertamax cs dinaikkan. ”Kalau harga jual Pertamax cs naik, orang semakin banyak yang memburu premium. Sehingga kantong pemerintah bisa makin jebol, karena harus menambah subsidi lebih besar lagi," ujarnya.
Sebagai informasi harga jual pertamax di wilayah Jakarta turun Rp300 per liter, dari Rp8.650 menjadi Rp8.350 per liter. Sedangkan di wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi (Botabek) dari Rp8.750 menjadi Rp8.450 per liter.
Kemudian harga jual pertamax plus di Jakarta turun Rp250 per liter dari Rp9.000 menjadi Rp8.750 per liter. Sedangkan di wilayah Botabek dari Rp9.100 menjadi Rp8.850 per liter.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.