Ilustrasi. Corbis.
JAKARTA - Pemerintah memprediksi cadangan devisa pada akhir 2011 akan mencapai USD120 miliar. Angka ini meningkat dari proyeksi sebelumnya yang hanya USD110 miliar.
Menteri keuangan Agus DW Martowardojo optimistis target cadangan devisa akan tercapai, meski Bank Indonesia (BI) mencatatkan cadangan devisa pada akhir Oktober 2011 sebesar USD114 miliar, atau turun dibanding posisi per September sebesar USD114,5 miliar.
"Walaupun itu domain BI, akhir tahun kita optimistis cadangan devisa akan mencapai USD120 miliar," ungkap Agus ketika ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (6/12/2011).
Nilai cadangan devisa ini, setara dengan 6,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meski begitu, BI memperkirakan Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV-2011 akan mengalami surplus yang cukup besar, setelah mengalami defisit pada triwulan sebelumnya.
Lebih lanjut Agus menjelaskan, penurunan cadangan devisa pada Oktober ini dinilai wajar karena adanya krisis global.
"Kita punya cadangan beragam tapi dominasi dolar Amerika Serikat (AS). Kalau seandainya ada kondisi global yang bergejolak maka itu wajar dan akan kita review dan jadi perhatian kita. Jadi, meski cadangan devisa kita di Oktober turun itu hal yang wajar," jelasnya. (mrt) (rhs)