JAKARTA - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) mengungkapkan penghematan pengadaan barang dan jasa di industri hulu minyak dan gas bumi (migas) pada tahun 2011 mencapai USD130 juta atau sekitar Rp1,2 triliun.
"Jumlah tersebut berasal dari penghematan barang dan jasa yang sebesar USD92,8 juta periode semester I-2011 dan optimalisasi pemanfaatan ases kontraktor kontrak kerja sama (KKS) sebesar USD37,2 juta per 30 November," ungkap Deputi Umum BP Migas Widjonarko, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (26/12/2011).
Dia menuturkan, pengadaan rig berkontribusi paling besar dengan penghematan sebesar USD34 juta. Selanjutnya, jumlah penghematan total tahun 2011 baru akan diketahui saat kerja Forum Konsultasi Pengadaan Barang dan Jasa yang digelar Januari 2012 mendatang. Meski demikian, pencapaian ini dipastikan melebih target yang ditetapkan yaitu USD80 Juta dari pengadaan bersama dan USD25 Juta dari optimalisasi pemanfaatan aset.
"Tahun depan ditargetkan penghematan pengadaan bersama sebesar USD100 juta dan optimalisasi aset sebesar USD30 juta. Kami optimis target tersebut bisa dilewati," imbuhnya.
Pengadaan bersama merupakan pengadaan kolektif yang dilakukan oleh kontraktor KKS yang beroperasi di wilayah yang berdekatan. Melalui mekanisme ini, biaya pengadaan barang/jasa tertentu bisa lebih efisien dibandingkan apabila kontraktor melakukan pengadaan secara individual dengan penyedia barang/jasa tersebut.
"Contoh pengadaan rig bersama yang dilakukan oleh kontraktor yang beroperasi di lepas pantai Jawa Timur. Letak wilayah kerja berdekatan memungkinkan para kontraktor ini melakukan pengadaan rig secara bersama," katanya lagi.
Sedangkan optimalisasi pemanfaatan aset Kontraktor KKS adalah pemanfaatan aset idle milik sebuah kontraktor oleh kontraktor yang lain. Optimalisasi ini dilakukan melalui transfer material, pinjam pakai, dan pemanfaatan used material antar Kontraktor KKS.
"Saat ini, sudah terbentuk enam forum pengadaan barang dan jasa, yaitu Natuna, Central Sumatra, Sumatra bagian Selatan, Offshore North West Java (ONWJ), Kalimantan Sulawesi, dan Jawa Timur/Nusa Tenggara. Dalam waktu dekat akan dibentuk forum serupa untuk wilayah Papua dan Maluku. Melalui forum ini, kontraktor KKS yang terlibat melakukan rapat koordinasi dua kali dalam setahun untuk membahas program-program pengadaan bersama yang akan dilakukan," terangnya.
Dia menambahkan, forum pengadaan barang dan jasa, tidak hanya bermanfaat dalam menghemat waktu dan biaya. Forum terbukti ampuh menumbuh kembangkan pengusaha daerah untuk lebih berpartisipasi pada kegiatan usaha hulu migas. "Kerja sama antara kontraktor KKS, penyedia barang dan jasa, serta perbankan nasional pun meningkat," tandasnya. (nia) (rhs)