Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Menkeu: Rp900 M Masih Kurang untuk Pembatasan BBM

Idris Rusadi Putra , Jurnalis-Jum'at, 06 Januari 2012 |14:17 WIB
Menkeu: Rp900 M Masih Kurang untuk Pembatasan BBM
Ilustrasi. Corbis.
A
A
A

JAKARTA - Anggaran sebesar Rp900 miliar untuk menyukseskan program pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diprediksi tidak akan mencukupi.

Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo menjelaskan, anggaran Rp900 miliar ini akan termasuk konversi BBM subsidi ke Bahan Bakar Gas (BBG).

"Namun jumlah dana itu kelihatannya tidak mencukupi, jadi kita bisa anggarkan dalam APBN-P untuk tambahan, dan tentu juga di Kementrian ESDM juga melakukan optimalisasi untuk mewujudkan. Yang kita ingin, ini sudah disosialisasikan," ungkap Agus ketika ditemui seusai Salat Jumat di Masjid Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (6/1/2012).

Oleh karena itu, Agus mengingatkan kepada seluruh stakeholder atau pemilik SPBU agar mempersiapkan diri dalam konversi ini. Menurut Agus, saat ini pihaknya tengah menanti peraturan presiden sebagai landasan hukum untuk melaksanakannya dalam waktu yang dekat.

"Banyak SPBU yang harus melakukan investasi dan cukup banyak yang juga dimiliki swasta. Kalau sudah ada kepastian baru mereka akan mempersiapkan dan itu membutuhkan waktu, bisa sampai tiga bulanan untuk mempersiapkannya, jadi seperti itu situasinya," tambahnya.

Lebih lanjut Agus mengatakan, rencana pembatasan BBM bersubsidi jenis premium pada April 2012 nanti, harus benar-benar bisa terlaksana. Pasalnya, situasi global saat ini juga penuh dengan ketidakpastian yang akan memicu naiknya harga minyak dunia.

"Kalau harga minyak kita tentu perhatikan serius, dan ini kan ketegangan di Afrika utara dan Timur Tengah itu kan tinggi sekali, jadi benar-benar situasi yang perlu diwaspadai, karena secara umum saja terjadi misalnya perang statement saja, harga minyak sudah bisa langsung naik. Jadi ini sesuatu yang kita perhatikan secara hati-hati," tutupnya.

Sebelumnya, rencana pembatasan BBM bersubsidi akan merogoh kocek pemerintah sebesar Rp900 miliar. Dana ini juga berkaitan dengan converter kit yang diperlukan dalam peralihan konsumsi mobil yang sebelumnya menggunakan BBM beralih ke gas. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement