JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan mengirim 8.000 pegawai untuk mendata hasil-hasil perikanan di setiap daerah.
Demikian disampaikan Menteri KKP Sharif Cicip Sutardjo, dalam acara diskusi Ketahanan Agribisnis dan Pertanian di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Selasa (10/1/2012).
"Untuk itu, kami memilih untuk merekrut lulusan akademi yang kami miliki sudah 2.000 lulusan kita dan 3.000 tokoh masyarakat sekitar daerah perairan dan sisanya Kementerian KKP sendiri yang turun sehingga menjadi delapan ribu orang. Dan bertugas untuk mengontrol hasil-hasil di lapangan sehingga data yang diterima menjadi baik," ujar Cicip.
Menurutnya, ada ketidaksinkronisasi dari data yang diberikan Badan Pusat Statistik (BPS) ke KKP, sehingga, data tersebut menjadi tidak akurat. "Seperti ini ada daerah yang didata sudah swasembada padahal saat melihat ke sana ternyata banyak yang belum swasembada. Ini kan menjadi tidak sinkron data-data tersebut," tegasnya.
Cicip mengatakan, langkah tersebut dilakukan guna meningkatkan hasil dari tangkapan nelayan tersebut. "Sehingga para petugas kami akan mencatat kekurangan dan kelebihan di setiap daerah tersebut," jelasnya.
Namun, Cicip menambahkan, pihaknya akan membereskan satu per satu masalah yang ada di KKP, sehingga langkah ini akan dapat tercapai. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.