Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

"Rupiah Masih Terus Melemah"

Yuni Astutik , Jurnalis-Kamis, 12 Januari 2012 |07:17 WIB
Ilustrasi
A
A
A

JAKARTA - Rupiah diprediksi masih akan terus bergerak melemah seiring dengan menguatnya dolar.

"Tekanan dolar masih besar terhadap rupiah, sehingga (rupiah) masih melemah. Diperkirakan ada di level Rp9.170-9.200 per USD," ungkap pengamat valuta asing Rully Nova saat dihubungi okezone di Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Faktor eksternal, menurutnya, jelas masih terkait dengan krisis Eropa yang belum menunjukkan perbaikan. Sementara the Fed sendiri sudah kehilangan momentum dalam mengambil langkah untuk penanganan krisis. "Masalahnya kekhawatiran terhadap krisis global. The Fed tidak melakukan apa-apa pada pertemuan yang terakhir," katanya.

Sementara itu fakor dalam negeri kekhawatiran terhadap BI rate. "Hari ini bersamaan dengan meeting dewan Gubernur BI, kita lihat tahun lalu inflasi rendah turun BI rate rendah," imbuhnya.

"Apalagi hari ini merupakan lelang obligasi Spanyol dan Italia, itu sebagai indikator," tandasnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak cenderung flat pada penutupan perdagangan sore kemarin seiring dengan penguatan yang terjadi dalam mata uang negara Paman Sam tersebut.

Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah diperdagangkan pada posisi Rp9.200 per USD dengan kisaran perdagangan Rp9.188-Rp9.190 per USD. Sementara menurut yahoofinance, rupiah ditutup pada level Rp9.173 per USD dengan kisaran perdagangan Rp9.190-Rp9.200 per USD.

(Widi Agustian)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement