BANDUNG - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan bahwa anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) yaitu Garuda Maintanance Facility (GMF) Aero Asia melakukan penawaran saham umum perdana (initial public offering/IPO) pada tahun ini.
"GMF masuk ke dalam kategori anak usaha BUMN yang akan IPO pada tahun ini dan akan diajukan kepada komite privatisasi dalam bulan ini," ungkapnya kala ditemui di kantor PT DI, Bandung, Kamis (12/1/2011).
Namun, di sisi lain, Garuda menuturkan bahwa GMF tidak bisa melakukan IPO pada tahun ini dikarenakan 80 persen pendapatannya masih berlangsung dari induk usahanya yaitu Garuda.
"GMF AeroAsia belum dapat melangsungkan IPO tahun ini karena 80 persen pendapatan GMF AeroAsia berasal dari induk usahanya. Bila GMF AeroAsia mau IPO, seharusnya kontribusi Garuda sudah mengecil sekira 50 persen," ungkap Direktur keuangan GIAA Elisa Lamboratuan beberapa waktu lalu.
Namun ketika mendengar hal tersebut, Dahlan justru mendorong bahwa IPO harus segera dilakukan agar tidak ketergantungan dengan induk perusahaannya. "Justru, harus IPO untuk mengubah itu," papar Dahlan.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.