Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspadai Ketersediaan Pangan dan Stabilitas Beras

K. Yudha Wirakusuma , Jurnalis-Kamis, 19 Januari 2012 |13:03 WIB
  Waspadai Ketersediaan Pangan dan Stabilitas Beras
Ilustrasi. Foto: Okezone
A
A
A

JAKARTA - Kebutuhan dasar yang menjadi salah satu faktor penentu dalam menghadapi kondisi perekonomian di 2012 ke depan salah satunya adalah ketersediaan pangan dan kestabilan beras.

"Dalam hal penyediaan dan penjagaan dari pangan, saya kira tidak boleh kita mengambil risiko apapun. Harga harus stabil dan ketersediaannya harus ada dan terjangkau," tegas Boediono dalam sambutan acara Rapat Kerja Pemerintah Tahun 2012, di Hall C1, Jakarta International Expo, Arena Pekan Raya Jakarta, Kemayoran, Kamis (19/1/2012).

Menurutnya, dengan terjaganya stabilitasi dan ketersediaan pangan, maka akan menyokong sasaran lain seperti kemiskinan.

Dia menambahkan, dalam praktiknya perlu ada monitor untuk mengamankan pergerakan harga. "Ini adalah sinyal yang paling pahit bagi siapapun yang diberi tanggung jawab mengenai penyediaan bahan pokok," tutur dia.

Boediono juga menyoroti kebijakan praktis di lapangan yang membutuhkan respons cepat. "Saya anjurkan untuk menggunakan perkembagnan atau statistik harga, sebagai pegangan untuk mengambil keputusan. Kadang kala kita terlambat dan menunggu statistik dari suplai tapi terlambat setelah peristiwa kelangkaan terjadi," kata dia.

Karenanya, dia menekankan guna menstabilkan harga mengamankan ketersediaan bahan pangan, tidak perlu ragu menggunakan stok stok.

"Stok yang cukup harus kita sediakan, apalagi dalam suasana ketidakpastian baik secara ekonomi, dan alam yang kita hadapi. Kebijakan stok, adalah kunci bagi kita untuk ketersediaan dan ketabilan dari bahan makanan. Stok harus kita gunakan pada saat yang tepat," tegas mantan Menteri Keuangan ini. (mrt)

(Rani Hardjanti)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement