"Pembatasan BBM Bersubsidi Tak Manusiawi"

Marieska Harya Virdhani - Okezone
Minggu, 22 Januari 2012 17:40 wib
Ilustrasi.
Ilustrasi.
DEPOK – Rencana pemerintah yang memberlakukan pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi bagi semua kendaraan pribadi dikritik oleh kalangan industri. Pemerintah beralasan penghematan dan hampir 75 persen penggunaan BBM bersubdisi salah sasaran.
 
Anggota Dewan Pertimbangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) kota Depok, Muhammad Fuad menilai bahwa pembatasan BBM tidak manusiawi. Pasalnya, masyarakat sangat dirugikan dan memiliki dampak yang luas.
 
“Pembatasan subsidi ini tidak manusiawi dan tidak berkeadilan. Bagaimana tidak, anak bangsa sendiri kok susah menikmati kekayaan negeri sendiri. Kalau seperti ini terlaksana, pastinya masyarakat dan pemerintah kota tidak bisa berbuat apa-apa,” katanya kepada wartawan, Minggu (22/01/12).

Fuad mengungkapkan, kebijakan dalam menentukan pembatasan subsidi ataupun konversi ke BBG tidak lepas dari UU ESDM. Menurutnya, masyarakat dan Pemerintah Daerah hanya pelaksana dari UU tersebut. Akibatnya, hasil dari bahan baku konsumen hanya dibatasi 25 persen dari total produksi.

“Seharusnya, ketentuannya 75 persen bagi konsumsi dalam negeri dan selebihnya atau 25 persen untuk investor. Kalau aturannya seperti ini, subsidi tidak akan tinggi dan bisa memenuhi kebutuhan dengan baik. Salah satu solusinya adalah dengan merevisi UU ESDM,” paparnya.

Padahal, imbuhnya, BBM merupakan nyawa perekonmian Indonesia. Banyak penghasil produk tutup karena tidak kuat dengan bahan bakar dan berpindah menjadi trading (pengimpor atau penjual) saja. Menurutnya, masyarakat jelas dirugikan dengan harus menanggung beban untuk memenuhi kebutuhannya.

“Sementara, pemkot di daerah bukan pelaksana dan sebagai pengawas saja,” tukasnya. (rhs)
  • faizal » 0 Tanggapan
    subsidi hanya untuk orang miskin bukan untuk orang kaya. saya setuju dengan pembatasan ini.
    Beri Tanggapan Laporkan
  • irwan » 0 Tanggapan
    pembatasan maupun kenaikan BBM sama-sama menimbulkan kenaikan harga barang, namun lebih adil jika membatasi orang yang mampu membeli bbm tanpa subsidi bahkan mengkonsumsinya lebih banyak
    Beri Tanggapan Laporkan
  • rudi » 0 Tanggapan
    Pembatasan...?Sementara sementara d tempat saya oknum depot mengobral premium kpd supir2 tanki ktk melakukan pengisian tolong d tindak(Depot Pertamina Lab Deli Sumut)
    Beri Tanggapan Laporkan
  • mario » 0 Tanggapan
    Lebih baik kita yang punya mobil plat hitam dan mau dikatakan klas menengah, tidak perlu komentar negatif. Introspeksilah dan pikirkan apa yang bisa kita lakukan untuk negeri ini. Lihatlah banyak sekolah roboh dan warga yang krg beruntung lebih memerlukan subsidi. Awasi implementasinya
    Beri Tanggapan Laporkan
  • wiro » 0 Tanggapan
    Lebih banyak jumlah BBM subsidi yang dipakai oleh mobil daripada motor, hidup pembatasan BBM
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit