Ilustrasi.
JAKARTA - Pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp1,6 triliun guna program perumahan rakyat bagi para nelayan pada 2012 ini. Dana ini akan digunakan untuk pembiayaan mendirikan 15 ribu rumah.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo menegaskan, perumahan rakyat tersebut diperuntukkan bagi nelayan dengan tingkat perekonomian miskin, hampir miskin, dan di bawah kemiskinan. "2012 mulai (dijalankan)," ungkap Cicip ketika ditemui di Gedung Kemenko, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/1/2012).
Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk nelayan yang ingin memiliki rumah ini bisa melalui sistem Pembayaran Kredit Perumahan (KPR). Cicip mengatakan, pendirian rumah untuk nelayan ini merupakan program kluster IV pemerintah mengenai pengentasan kemiskinan.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat puluhan juta penduduk Indonesia masih tergolong miskin. Jumlahnya mencapai 29,89 juta jiwa per September 2011 atau setara 12,36 persen dari total penduduk Indonesia.
Rinciannya, jumlah penduduk sangat miskin pada periode itu sebanyak 10,09 juta jiwa atau 4,17 persen. Sedangkan penduduk miskin 19,79 juta jiwa, atau 8,19 persen dari total jumlah penduduk. Data BPS juga menyebutkan jumlah penduduk hampir miskin mencapai 27,82 juta jiwa atau 11,5 persen. (mrt) (rhs)