SOLO – Tumbuhnya properti di kota Solo, Jawa Tengah, sepanjang tahun 2011 merupakan salah satu pemicu kenaikan konsumsi listrik di kota Solo. Terlebih pada 2012, bakal berdirinya banyak hotel baru dan retail, tentu juga akan ada peningkatan konsumsi listrik.
Pejabat Humas PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan (APJ) Surakarta, Suharmanto, menyatakan bahwa pada 2011 saja konsumsi listrik sudah terjadi kenaikan sekitar sepuluh persen dibanding tahun sebelumnya. Hal tersebut karena sepanjang 2011 itu banyak mal dan perumahan berdiri.
“Tahun 2012 ini, konsumsi listrik di kota Solo akan mengalami kenaikan. Diperkirakan juga sekira sepuluh persen, seiring dengan berdirinya hotel-hotel baru di kota Solo,” jelas Suharmanto kepada wartawan di Solo, Jawa Tengah, Rabu (25/1/2012).
Menurut Suharmanto, berdasarkan data 2011 telah terjadi lonjakan hingga 20 Megawatt (MW). Bahkan saat beban puncak pada malam hari sampai mencapai 410 MW. “Tetapi selama sambungan listrik di sejumlah property baru belum terpakai, beban puncak masih mampu teratasi,” jelasnya.
Kendati banyak mal dan hotel baru, menurut Pejabat Humas PT PLN Area Pelayanan dan Jaringan Surakarta itu, kenaikan konsumsi listrik masih lebih banyak didominasi sektor industri. (nia)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.