JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah dan kembali diperdagangkan di level Rp9.000 per USD.
Kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatatkan rupiah diperdagangkan pada level Rp9.018 per USD, dengan range perdagangan Rp8.973-Rp9.063 per USD. Sementara mengutip yahoofinance, rupiah bercokol pada level Rp9.020 per USD dengan range perdagangan Rp8.945-Rp9.010 per USD.
Analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menuturkan, memburuknya pasar global seiring dengan masih belum adanya kesepakatan utang antara Yunani dan krediturnya. Menyebabkan pasar di Asia terkoreksi dan terjadi penguatan pada dolar AS yang berdampak pada potensi melemahnya rupiah.
Sementara analis valuta asing Rully Nova menyebutkan, rupiah bisa saja menguat, mengingat kondisi eksternal dan internal saat ini memicu sentimen positif terhadap pergerakan nilai tukar mata uang.
"Sentimen eksternal dan internal masih cukup baik menopang rupiah ke depan," ungkapnya saat dihubungi okezone di Jakarta, Rabu (25/1/2012).
Adapun faktor eksternal tersebut adalah tingkat kepercayaan pelaku pasar terhadap negara di Eropa mulai kembali. Sementara itu, faktor internal disokong oleh rating Moody's yang menaikkan peringkat Indonesia menjadi investment grade. (mrt)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.