ilustrasi
JAKARTA - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) berharap jika langkah mengubah orientasi pasar modal menjadi milik publik alias go public, atau yang disebut demutualisasi bursa benar-benar bisa terwujud.
Ketua AEI Airlangga Hartanto mengatakan demutualisasi akan dilakukan karena hal tersebut merupakan salah satu master plan pasar modal Indonesia.
"Pasar modal masih kami bahas dan salah satu yang masuk dalam master plan pasar modal adalah demutualiasi bursa agar semakin transparan dan juga sesuai dengan industrinya," ungkapnya di Hotel JW Marriot Jakarta Rabu (25/1/2012).
Dia menegaskan jika dalam konsep demutualisasi tersebut, konsep go public akan ditujukan ke pasar modalnya saja. Namun untuk
Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan Kliring Penjamin Efek Indonesia (KPEI) tidak perlu go public.
“Demutualisasi bursa tidak mendemutualisasikan KSEI dan KPEI karena kedua lembaga itu yang menyimpan semacam data-data untuk transaksi sehingga dibutuhkan oleh regulator, ini perbedaan konsepnya,” imbuhnya.
Adapun untuk pelaksanaan demutualisasi bursa ini, diperkirakan baru akan dilakukan setelah rampungnya Otoritas jasa Keuangan atau sesudah 2014. "yang pasti bukan tahun ini tapi sesudah OJK. OJK baru akan full terlaksana setelah 2014. Karena tahun depan baru pasar modal dan tahun berikutnya baru perbankannya," tandasnya. (nia) (rhs)
getting time ...