JAKARTA - Aksi profit taking telah menggerus nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Namun, meski melemah rupiah masih belum menyentuh level Rp9.000 per USD.
Menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) rupiah masih berada pada kisaran Rp8.995 per USD, dengan range perdagangan Rp8.950-Rp9.040 per USD sementara mengutip yahoofinance, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp8.990 dengan kisaran perdagangan Rp8.977-Rp9.005 per USD.
Anasis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih mengatakan bila pasar global masih menunggu keputusan para kreditur Yunani, pasar AS ditutup turun tipis. Sedangkan pasar Eropa ditutup naik.
"Namun membaiknya data ekonomi AS kemungkinan akan memberi sentimen positif pasar Asia hari ini. Kami perkirakan rupiah juga berpotensi menguat," ungkap Lana dalam risetnya, Jumat (3/2/2012).
Sementara analis valuta asing David Summual menilai, rupiah masih akan mengalami penguatan terhadap dolar AS. Kondisi ini, mulai membaik terkait dengan krisis yang terjadi di Eropa. Meskipun investor masih menunggu hasil pertemuan yang saat ini tengah berlangsung antara uni Eropa dengan petinggi Yunani.
Dia menambahkan, kondisi rupiah yang parkir di level tersebut tergolong aman karena berada di level yang tidak terlalu menguat maupun melemah.
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.