JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) pesimistis mencapai swasembada pangan karena saat ini masih ada 7,3 juta hektare (ha) lahan terlantar.
"Masih sulit apalagi ke depan. Ada 7,3 ha lahan terlantar dan selama dua tahun ini belum kelihatan," ujar Menteri Pertanian Suswono yang ditemui dalam Jakarta Food Security Summit 2012, di Jakarta Convention Center, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Menurutnya, untuk mencapai swasembada kedelai dan tebu minimal membutuhkan 500 ribu lahan. "Saat saya tanya menhut, katanya silakan cari sendiri. Swasembada padi, kami akan terus lakukan 200 varietas, ada yang tahan impair, impair 13, ini sekarang jadi favorit," tegasnya.
Upaya terus dilakukan, lanjut dia akan mengkonversi lahan diluar Jawa. "Saat ini beras, 60 persen adalah dihasilkan kebutuhan nasional di Jawa. Karenanya bakal ada konversi di luar Jawa. Tapi konversi di jawa luar biasa," katanya.
Dirinya juga meminta pemerintah untuk tidak membangun jalan tol tetapi membuat infrastruktur fly over agar lahan tak lagi tergerus.
"Di 2007 ada 4,1 juta ha tapi terakhir 3,5 ha. Terjadi konversi luar biasa. Jalan tol Jakarta-Surabaya tentu semakin keras. Makanya saya usul dibuatkan fly over saja. Agar lahan-lahan aman," lanjutnya.
Lebih lanjut Suswono menambahkan akan membutuhkan investasi yang besar karena akan membuat lahan pertanian di Luar Jawa. "Kalimanatan dan Sumatera potensi luar biasa. Tapi pengusaha ingin infrastuktur selesai. Karena food estate ini sulit," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.