PAPUA - Pasokan pertamax plus yang diklaim PT Pertamina (Persero) untuk pertama kalinya di wilayah Papua dan Papua Barat dinilai terlalu mahal.
Harga yang ditawarkan Pertamina untuk pertamax plus sendiri sebesar Rp14.350 per liter. Namun demikian, harga bisa berubah apabila banyak permintaan akan bahan bakar beroktan 95 ini.
"Harga pertamax plus itu tidak paten, jika permintaan banyak maka harga akan diturunkan. Launching pertama akan diberikan diskon 50 persen sampai sekira satu minggu ke depan," kata Manager Non-FRM Pertamina Sugeng Priyono saat launching pertamax plus di SPBU Sentani, Papua, Kamis (9/2/2012).
Dia mengakui, SPBU di Provinsi Papua ada 10 yang berlogo pasti pas. Adapun untuk masyarakat Papua yang tidak mengenal, Pertamina akan menyosialisasikannya berupa kegiatan sosial kemasyarakatan yang akan dilakukan Jumat besok di Entrop Kotamadya Jayapura.
"Untuk pertamax plus bahan bakarnya oktannya mencapai 95 persen, lebih daripada bensin, 95 adiktif, sehingga bahan bakar ini lebih membersihkan mesin, roda empat dan roda dua pembakarannya lebih bersih ketimbang premium," bebernya.
Salah satu warga, Andi Yoku yang sempat mengisi bahan bakar mobil jenis Xenia, mengakui jika harga pertamax plus terlampau mahal.
"Harga di Papua sangat mahal dan di Jakarta Rp9.000 perbedaannya sangat tinggi. Untuk di Papua ini masyarakat juga mengeluh dengan harga yang tinggi. Mesin lebih bersih ketimbang pakai premium," pungkasnya.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.