Investasi Emas Tak Perlu Tunggu Harga Turun

Iwan Supriyatna - Okezone
Sabtu, 11 Februari 2012 16:03 wib
Gambar emas/okezone
Gambar emas/okezone
JAKARTA - Harga emas terus bergerak volatil beberapa waktu terakhir. Maka diperlukan berbagai strategi guna melakukan investasi terhadap emas.

Analis Monex vicky Amarnani, menuturkan bahwa sepanjang Desember 2011 harga emas turun sebesar 19 persen. Menanggapi hal tersebut dia melakukan berbagai cara yaitu me-manage resiko dengan cara mengunci kuntungan dalam mengambil kesempatan ketika harga emas naik.

"Investor atau trader tidak perlu menunggu harga emas turun atau naik. saat break out biasanya naik terus. Itulah saat kita untuk membeli" ungkap analis Monex vicky Amarnani kala ditemui usai seminar yang bertema "New trending method involalite market" di XXI Djakarta Theater, Jalan Thamrin, Jakarta, Sabtu (11/2/2012).

Vicky menyebutkan cara terbaik untuk memperbaiki trading untuk mengimbangi pasar di antaranya mencari peluang pasar dimana saat ini perbaikan volatilitas untuk mengetahui dimana letak keuntunggan. memperhatikan tvl (garis volatilitas
untuk mngatasi pergerakan volatilitas).

Investor atau trader juga harus memperhatikan dari segi harapan, keyakinan, kepastian, untuk mengikuti trend harga serta memperhatikan probabilitas trending yang mancapai 70 persen yang berkorelasi berdasarkan pada harga pasar.

Selain itu investor juga bisa memanfaatkan data-data dengan cara menunggu berita yg  mengenai harga komoditi karena faktor politik, ekonomi, teknologi dan sekuritas harga perlu dperhatikan.

Di 2012, Vikcy mngimbau agar lebih berhati-hati dengan kondisi pasar saat ini karena peluangnya sangat pendek meskipun di minggu ini harga emas naik dan tidak menutup kemungkinan di minggu berikutnya akan naik juga. (git) (rhs)
  • ujang » 0 Tanggapan
    yaaa.klo udah naik susah jg mo turu lagi y /?,,,,, aspalgi mengingat sekarang ekonomi d pusat aja yang normal tpi d daerah masih blm makmur dn stabil..... yang d utamakan sekarang sebenarny per4soalan lapangan kerja.... trus byk lulusn pasti jarang yag dpt kerja
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit