SINGAPURA - Perusahaan penerbangan asal Indonesia yang menyasar pasar low cost carrier menunda rencana perusahaan untuk melepas sahamnya ke publik di tahun ini.
CEO dan pendiri Lion Air Rusdi Kirana mengatakan bila saham yang akan dilepas rencananya senilai lebih dari USD1 miliar. Dia mengungkapkan bila rencana tersebut melihat dari pasar saham yang memburuk pekan lalu dan dialami oleh Garuda Indonesia.
Lion Air yang merupakan maskapai penerbangan terbesar di Indonesia dilihat dari volume penumpangnya, memiliki rencana yang ambisius untuk berekspansi di negara kepulauan ini dengan memperluas rute penerbangan, dan membukukan rekor dengan membeli 200 pesawat Boeing.
"Kami tidak bisa melakukannya tahun ini karena situasi krisis keuangan yang tidak begitu baik," kata Rusdi saat diwawancarai saat Singapore Airshow, seperti dilansir dari Straits Times, Senin (13/2/2012).
Dia mengatakan Lion Air memiliki pangsa pasar penerbangan 51 persen di negara keempat yang penduduknya paling padat di dunia. Dia menambahkan bahwa Lion Air rencananya akan melepas saham bila sudah mencapai 60 persen dan diperkirakan akan terjadi pada dua tahun ke depan.
Sekadar informasi, BNN membekuk pilot S saat pesta sabu-sabu di Hotel Garden Palace, Jalan Yos Sudarso, Surabaya pada 4 Februari lalu. Tertangkapnya pilot S merupakan kasus ketiga yang melanda maskapai Lion Air. Pada 10 Januari 2012 lalu, BNN juga telah menangkap pilot Lion Air bernama Hanum Adhyaksa di sebuah kamar karaoke Grand Clarion Makassar, Sulsel.
Kemudian pada pertengahan 2011, pilot Lion Air lainnya bernama Muhammad Nasri tertangkap basah tengah berpesta sabu bersama rekan-rekannya di Apartemen The Colour, Modernland, Kota Tangerang.
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.