Salurkan BBM Bersubsidi, Pertamina Rugi Rp500 M

Saugi Riyandi - Okezone
Selasa, 14 Februari 2012 16:50 wib
Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone
Ilustrasi. Foto: Heru Haryono/okezone
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) mengaku mengalami kerugian sebesar Rp500 miliar dalam menyalurkan Bahan Bakar Minyak bersubsidi (PSO) sepanjang 2011.

Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan mengatakan konsumsi premium subsidi meningkat karena adanya pertumbuhan kendaraan sepanjang 2011 yang tinggi, ditambah disparitas harga premium dan pertamax yang tinggi sehingga konsumen pertamax beralih mengkonsumsi premium.

Hal ini disampaikan Karen saat ditemui dalam acara Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII DPR RI, di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (14/2/2012).

"Dalam rangka menghindari terjadinya kelangkaan BBM PSO di masyarakat dan untuk mencegah potensi munculnya permasalahan sosial dan keamanan akibat kelangkaan BBM PSO, realisasi BBM PSO 2011 mencapai 103,3 persen dari APBN-P 2011," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, Pertamina berhasil menyalurkan BBM PSO sebesar 41,69 juta KL dibandingkan kuota 40,36 juta KL. Sedangkan untuk 2012, kuota BBM bersubsidi hanya 95,6 persen dari realisasi penyaluran BBM bersubsidi 2011.

"Untuk itu Pertamina mendesak agar program pengaturan dan pengawasan mutlak dibutuhkan untuk mengontrol volume agar sesuai kuota," tegasnya.

Lebih lanjut dirinya menambahkan Pertamina di 2011 mampu mencetak laba sebesar Rp20,9 triliun. Kenaikan harga minyak mentah dunia berpengaruh positif bagi bisnis hulu Pertamina.

"Capaian peningkatan laba tersebut juga tidak terlepas dari adanya kenaikan harga minyak dunia," pungkasnya. (ade)
TWITTER »
twit