Foto: Widi Agustian/okezone
SENGKANG - Pangkalan elpiji di Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan menyebut, menaikkan harga elpiji tiga kilogram adalah langkah yang tidak bisa dihindari karena adanya biaya tambahan.
"(Kami jual elpiji) seharga Rp20 ribu, karena sopir meminta tambahan biaya operasional, karena mobil pengangkut elpiji di Bone bermalam hingga beberapa hari. Itu pun tidak semuanya saya jual Rp20 ribu, hanya sebgaian yang saya jual dan itu saya jual langsung ke masyarakat bukan ke pengecer selama satu hari saja. Selain itu saya jual Rp17 ribu sampai Rp18 ribu," ujar Pemilik Pangkalan Elpiji Sumber Harapan Abd Rauf yang ketahuan menjual elpiji dengan harga Rp20 ribu dalam sidak Pemkot Waja.
Abd Rauf, mengaku mengambil langsung gas elpiji dari Bone juga harus mengeluakan biaya bagi pihak pengelola SPPBE Bone yang tidak profesional dengan tidak melakukan kerja lembur.
"Betapa tidak, jam 17.00 WITA mereka sudah tutup, sementara gas masih ada. Alasannya, itu dipersiapkan untuk keesokan harinya, beda dengan di Pare-pare mereka buka sampai gas betul- betul habis," tambah dia.
Salah satu Pengecer di Pasar Tempe Sengkang, Bunga Enre mengaku terpaksa menjual gas elpiji sebesar Rp20 ribu per tabung karena pasokan gas dari pangkalan yang terbilang mahal yakni Rp18 ribu.
"Kami hanya untung Rp2.000, karena harga di pangkalan juga mahal pak," ungkap dia.
Berdasarkan pantauan, dari tiga agen yang ada di kota Sengkang, tidak ada satupun yang terisi, para karyawan juga di liburkan. Begitu juga sejumlah pangkalan juga mengaku ke habisan stok. Sementara itu untuk tingkat pengecer khusus di Kota Sengkang, harga gas elpiji cukup bervariasi mulai dari Rp17 ribu hingga Rp20 ribu per tabung.
Manager SPPBE Bone Akram ketika dikonfirmasi mengatakan keterlambatan pengantaran, karena mengikuti antrean dari kabupaten yang berada di wilayahnya yaitu Bone, Wajo, Soppeng dan Sinjai. Sedang masalah lembur, pihaknya mengaku akan mengikuti aturan jam kerja.
"Kami juga tidak bisa memaksakan kehendak mengutakaman daerah tertentu," sebut Bone.
Adapun kebutuhan distribusi elpiji di masing-masing daerah di Wilayah SPPBE Bone, Bia mengungkapkan, Kabupaten Wajo sebesar 3.000 ton, Soppeng 3.000 ton, Sinjai 500 ton dan Bone 5.000 ton.
"Kami berharap agen, pangkalan dan pengecer di kabupaten yang ada di wilayah kami bersabar dan memaklumi kendala dalam penyebaran tabung gas saat ini," pungkasnya. (gna)
(Jumardi Nurdin/Koran SI/rhs)