Dahlan Iskan Didesak Tetapkan Direksi BUMN Perkebunan

Ade Hapsari Lestarini - Okezone
Kamis, 23 Februari 2012 20:39 wib
Menteri BUMN Dahlan Iskan. Foto: Koran SI
Menteri BUMN Dahlan Iskan. Foto: Koran SI
JAKARTA - Federasi Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara mendesak Menteri BUMN Dahlan Iskan menetapkan Direksi BUMN Perkebunan, karena jabatan para direksi BUMN perkebunan telah melewati masa jabatannya.

"Adapun sampai saat ini, Kementerian BUMN hanya memberikan perpanjangan masa berlaku para direksi BUMN Perkebunan tanpa kejelasan batas waktunya," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Perkebunan Nusantara Bangun, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, Kamis (23/2/2012).

Imbas dari kondisi tersebut adalah menurunnya kinerja BUMN Perkebunan dikarenakan para direksi tidak bisa bekerja secara maksimal, meskipun sudah ada perpanjangan masa jabatan direksi dari Menteri BUMN.

Bangun menambahkan, dengan status perpanjangan tersebut, para direksi BUMN masih memiliki keragu-raguan dalam pengambilan keputusan, sehingga menurunkan kinerja para Direksi BUMN Perkebunan tersebut.

Dengan menurunnya kinerja, secara tidak langsung juga berimbas pada penurunan motivasi para karyawan, sehingga dikhawatirkan akan menurunkan pendapatan BUMN Perkebunan yang dapat diartikan juga menurunkan pendapatan Negara.

"Kami ingin Pak Dahlan untuk memastikan bentuk holding BUMN Perkebunan, sebagaimana yang telah dijanjikan. Sampai saat ini, pemerintah, khususnya Kementerian BUMN belum mengeluarkan aturan-aturan mengenai holding BUMN Perkebunan secara pasti dan tegas," pungkasnya. (ade)
  • arya wirasaba » 0 Tanggapan
    Amat angat setuju terhadap komentar Sdr Hari Bambang
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Hari bambang s » 0 Tanggapan
    Program kementerian bumn dalam pelaksanaan fit & proper test di anggap gagal karena lulusan terbaik yang diadakan oleh pt quantum HRM international tidak dapat menjadi dirut maupun direksi di perkebunan. System lama tetap dipergunakan yaitu droping dirut dan direksi dari pusat/perkoncoan sehingga uang miliaran untuk membayar pt quantum dianggap mubazir. Hal ini dapat kita lihat dan baca di media bahwa terjadi demo di j**a dan sumatera tentang dirut dan direksi yang tidak layak. Pusat menentukan dirut kemudian pak dirut memilih direksi dibawahnya, pak dirut juga memilih secara perkoncoan/pertemanan. Seharusnya pada cara yg benar pak dirut harus melakukan seleksi terhadap calon2 yg telah lulus dari hasil test pt quantum HRM. Kami sangat sedih atas cara2 pejabat di bawah p menteri dahlan iskan. Pak dahlan telah memberikan rambu2 yg benar namun deputi primer dan stafnya tidak menjalaninya / tidak dapat menterjemah dari isyarat p menteri. Melihat dirut dan direksi seperti sekarang ini maka perlu di adakan perombakan kembali/ wawancara kembali atas daftar2 kelulusan yg telah dilakukan pt quantum HRM sehingga terdapatnya calon2yg sangat kompeten dalam mengelola usaha BUMN, karena pengelola BUMN sekarang adalah harus orang bisnis bukannya birokrat, umur juga dibatasi tidak lebih 60 tahun (60 tahun adalah masa pensiun dan tidak produktif dalam usaha). Maju indonesia ku....
    Beri Tanggapan Laporkan
  • Kurniadi » 1 Tanggapan
    Ass...Hai saudara2ku tdk gampang memilih deriksi kalau dulu gampang,pak dahlan pasti sdh pikirkan itu mudah2an tdk salah pilih ibarat "PILIHLAH APA YANG DI SUKAI HATIMU DAN JGN LUPA BERTANYA SAMA HATIMU MUDAH2AN HASILNYA BANYAK DI SUKAI SELURUH HATI "
    • pratomo
      koncoisme... lulusan dari pt.quantum sangat potensial, tapi tidak di pergunakan untuk direksi....negara telah membayar miliaran rupiah untuk fit n proper
    Beri Tanggapan Laporkan
  • sabar saja » 0 Tanggapan
    sabar saja pak, yang diurusin sama pak dahlan kayaknya banyak.
    Beri Tanggapan Laporkan
Terimakasih atas bantuan Anda melaporkan komentar ini.
TWITTER »
twit