JAKARTA - Langkah Bank Indonesia (BI) menahan suku bungan acuannya (BI rate) di kisaran 5,75 persen membuat pergerakan rupiah mampu menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Kurs tengah BI mencatatkan nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp9163 per USD dengan kisaran perdagangan harian Rp9.117-Rp9.209 per USD. Sedangkan menurut yahoofincane, rupiah berada di kisaran Rp9.105 per USD, dengan rata-rata perdagangan harian Rp9.132-Rp9.162 per USD.
Head of Research Treasury Divison BNI Nurul Eti Nurbaeti, mengungkapkan ditahannya BI rate meski inflasi dikhawatirkan melewati koridor target inflasi BI di level 4,5 plus minus satu persen menjadi sentimen positif bagi pergerakan rupiah.
"Pelaku pasar cenderung menunggu respon BI atas potensi kenaikan inflasi yang erat kaitannya dalam mempengaruhi kebijakan suku bunga acuan," ungkap dia dalam riset hariannya kepada okezone di Jakarta, Kamis (8/3/2012).
Selain itu, dia mengatakan keputusan pemerintah mematok maksimum kepemilikan asing atas mineral dan industri tambang menjadi hanya 49 persen berbanding 80 persen diharapkan menjadi angin segar bagi industri pertambangan dalam negeri.
Sementara analis Samuel Sekuritas Lana Soelistianingsih menjelaskan, sentimen global kembali positif karena perbaikan data ketenagakerjaan di AS dan
perkembangan debt swap di Yunani. "Sentimen positif ini kemungkinan menjalar ke pasar Asia hari ini. Rupiah kemungkinan menguat menuju antara Rp9.080-Rp.9.100 per USD," jelas dia.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.