JAKARTA - PT ABM Investama Tbk (ABMM) menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar USD335 juta.
"Kami akan mengambilkan dana capex sekira 30 persen dari kas internal, dan sisanya 70 persen dari pinjaman perbankan," ungkap Direktur Keuangan ABM Willy Adipradhana saat konferensi pers di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Selasa (3/4/2012).
Belanja modal tersebut akan digunakan perseroan untuk membiayai operasional anak-anak usaha. Jika dirinci, alokasi belanja modal tersebut antara lain digunakan untuk penambangan batu bara sebesar USD62 juta, unit usaha kontraktor sekira USD129 juta, kelistrikan USD73 juta, dan logistik USD19 juta dan sisanya untuk perusahaan.
Willy mengatakan untuk pinjaman perbankan sudah ada beberapa bank, baik lokal maupun internasional yang siap memberikan pinjaman seperti DBS Singapura dan Bank Mandiri. Perusahaan juga mengatakan akan menjaga ratio utang terhadap ekuitas maksimal 300 persen.
"Pinjaman ada yang dari luar dan dalam negeri. Ada Bank DBS, bank Mandiri, ANZ, OCBC dan ada juga Standard Charetered," tandasnya.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.