ABM Investama Tebar Dividen Rp100 Miliar

Jum'at 03 Mei 2019 12:45 WIB
https: img.okezone.com content 2019 05 03 278 2051016 abm-investama-tebar-dividen-rp100-miliar-QAuJa0otJ7.jpg Indeks Harga Saham Gabungan (Ilustrasi: Okezone)

JAKARTA – Rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) PT ABM Investama Tbk (ABMM) memutuskan untuk membagikan dividen senilai Rp100 miliar atau setara dengan Rp36,32 per lembar saham setelah empat tahun terakhir tidak membagikan dividen.

Baca Juga: ABM Investama Bukukan Laba USD65,49 Juta

Direktur Keuangan ABMM, Adrian Erlangga mengatakan bahwa pembagian dividen ini merupakan yang ketiga kali dilakukan sejak ABMM resmi melantai di bursa pada Desember 2011. Terakhir kali ABMM membagikan dividen adalah pada 2014 untuk tahun buku 2018.”Pembagian dividen menjadi komitmen kepada para pemegang saham yang mendukung strategi perusahaan. Apalagi sepanjang 2018, perusahaan berhasil meraup laba tertinggi sepanjang perusahaan berdiri,” ujarnya dilansir dari Harian Neraca, Jumat (3/5/2019).

Pada 2018, ABMM berhasil menerapkan strategi memperkuat bisnis inti melalui sinergi di seluruh entitas grup. Pendapatan bersih ABMM mencapai USD773,07 juta, tumbuh 11,92% dibandingkan dengan 2017 sebesar USD690,73 juta. Sementara itu, laba bersih perusahaan mencapai USD65,49 juta. Sebagai perusahaan tambang batu bara terintegrasi, ABMM memiliki layanan dari hulu sampai hilir yang semakin efisien.

grafik

Hal ini akan menjadi nilai tambah untuk memperkuat bisnis melalui peningkatan produksi di tambang sendiri ataupun aliansi strategis dengan pemilik tambang lain sebagai pengelola tambang batubara.”Kami akan menawarkan jasa pengelolaan tambang melalui kerja sama strategis dengan pemilik tambang. Proses awal produksi hingga pemasaran akan dilakukan oleh grup ABM,”katanya.

Tahun ini ABM menargetkan produksi batubara sebanyak 12 juta ton dari tambang PT Tunas Inti Abadi di Kalimantan Selatan dan Tambang PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari di Aceh. Spesifikasi dan kualitas batu bara tambang-tambang tersebut, masih dibutuhkan oleh sejumlah negara Asia seperti China, India, Vietnam, dan Thailand. ABMM pun meyakini industri batu bara tahun ini akan lebih stabil dengan perekonomian global yang positif dan kebutuhan batubara dalam negeri yang meningkat sebagai katalis positif.

(kmj)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini