Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cadangan Devisa RI Merosot USD1,72 M

Iwan Supriyatna , Jurnalis-Kamis, 12 April 2012 |14:32 WIB
 Cadangan Devisa RI Merosot USD1,72 M
Ilustrasi. (Foto: AP)
A
A
A

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatatkan cadangan devisa Indonesia mengalami penurunan hingga USD1,72 miliar. Meski begitu, transaksi modal dan keuangan diperkirakan masih mengalami surplus yang cukup besar ditopang oleh aliran investasi langsung dan portofolio.

"Cadangan devisa sampai dengan akhir Maret 2012 masih cukup besar, mencapai USD110,5 miliar atau setara dengan 6,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah," ungkap Gubernur BI Darmin Nasution di kantornya, Thamrin, Jakarta, Kamis (12/4/2012).

Dia menjelaskan, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada 2012 diprakirakan akan mencatat surplus yang lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penurunan surplus neraca pembayaran terutama disebabkan oleh defisit transaksi berjalan yang lebih besar, karena melambatnya ekspor sejalan dengan perlambatan permintaan dunia di tengah impor yang terus meningkat, seiring dengan kuatnya permintaan domestik dan tingginya konsumsi BBM," tandasnya.

Sebelumnya, BI mencatatkan cadangan devisa hingga akhir Februari 2012 meningkat hingga USD112,22 miliar dari sebelumnya USD111,99 miliar atau setara dengan 6,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Dengan cadangan devisa yang tetap menyokong maka pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2012 diperkirakan mencapai 6,5 persen dan akan berlanjut pada triwulan II-2012 meskipun tidak setinggi pertumbuhan di triwulan I-2012.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement