BALIKPAPAN - Pemkot Balikpapan berencana melakukan memperluas pembatasan pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, terutama jenis premium. Pada Maret lalu hingga kini pemkot bersama Unit pemasaran Pertamina melakukan pembatasan pembelian BBM premium sebanyak 25 liter bagi kendaraan pribadi dan angkutan umum.
Ke depan, pemkot berencana akan membatasi pembelian premium bagi roda dua maksimal 10 liter. Hal ini terkait turunya kuota BBM Balikpapan sebanyak 25 persen dari penggunaan tahun lalu.
Realisasi 2011 penggunaan Premium sebanyak 114,964 Kiloliter (kl) dan Solar 77,803 kl per tahun. Sementara, kuota 2012 dari pemerintah pusat untuk Premium sebanyak 86.223 kl dan Solar 70.023 kl. Sehingga jika dipresentasekan Kuato BBMjenis Premium minus 25 persen, sedangkan solar minus 10 persen.
“Kemarin saya dapat laporan dari Pertamina Pemasaran. Kita akan turun 25 persen dari konsumsi tahun lalu. Pasti terjadi lagi nanti kecenderungan kelangkaan, jadi harus segera diantisipasi. Kami akan segera rapat untuk menentukan langkah antisipasi agar tidak berlanjut,” ujarnya Walikota Balikpapan Rizal Effendi kepada pers, Balikapapan, Kemarin.
Pembatasan tersebut bertujuan untuk mengurangi antrean kendaraan pada sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang sudah mulai tampak dalam beberapa hari terakhir.
“Bisa jadi antrian ini akibat itu (kuota), karena ini berlaku di 2012. Saya enggak tahu, hampir semua daerah ada yang naik dan ada yang turun. Kami lagi rumuskan, bisa jadi nanti sepeda motor maksimal 10 liter saja. Kalau plat merah harus non subsidi, kami tunggu pusat saja,” katanya.
Rizal mengatakan, Pertamina hanya sebagai operator penyalur BBM Bersubsidi yang kuotanya ditentukan oleh pemerintah. Sehingga, tuntutan penambahan kuota BBM Bersubsidi ditujukan kepada pemerintah pusat melalui BPH Migas yang kemudian ditentukan oleh DPR.
Terpisah, Asisten Manager Eksternal Pertamina Unit Pemasaran VI Bambang Irianto mengatakan, Pertamina tidak melakukan pengurangan kuota BBM Bersubsidi. “Kami hanya menuruti perintah dari BPH Migas yang meminta agar menyesuaikan dengan jatah 40 juta kiloliter seIndonesia itu. Kalau untuk Balikpapan saya belum tahu angka penyesuaiannya, ya mungkin sekitar 25 persen,” katanya.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.