Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mendag Isyaratkan Perketat Standar Impor

R Ghita Intan Permatasari , Jurnalis-Kamis, 10 Mei 2012 |14:57 WIB
 Mendag Isyaratkan Perketat Standar Impor
Ilustrasi. (Foto: Corbis)
A
A
A

JAKARTA - Target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,5 persen diyakini dapat dicapai. Hal ini mungkin terjadi, jika indikator pertumbuhan sektor-sektor pendukung perekonomian bisa tumbuh di atas 6,5 persen.

"Kalau semuanya investasi, ekspor, konsumsi dan belanja pemerintah, tumbuhnya di atas 6,5 persen, target pertumbuhan ekonomi sepertinya bisa tercapai," ungkap Menteri Perdagangan Gita Wirjawan, kala ditemui di Gedung Badan Pusat Statistik (BPS), Pasar Baru, Jakarta, Kamis (10/5/2012).

Meski begitu, Gita menjelaskan masih ada sektor yang perlu diberikan perhatian lebih agar pertumbuhan ekonomi tetap tinggi dengan baik. "Dengan catatan impornya dijaga," tambah dia.

Menurutnya, impor yang tidak mengikuti peraturan harus mendapat perhatian khusus. Pasalnya, banyak ditemukan beberapa komoditas impor yang masuk ke Indonesia dengan tidak memenuhi standar.

Untuk itu, guna mengatasi hal tersebut, pihak Kementerian Pedagangan telah bekerja sama dengan pihak Bea Cukai dan para aparat penegak hukum, untuk menindak siapapun yang melanggar.

Adapun impor tersebut, antara lain mainan, besi baja, helm, bluebery, dan juga beberpa instrumen. Selain itu, ada  buah-buahan dan sayur-sayuran yang tidak mematuhi peraturan Keselamatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3L), sehingga harus dibatasi.

"Kita sudah mendeteksi ribuan. Yang kemarin diumumkan ratusan, kalau dihitung produk pangan itu banyak sekali. Itu yang kita harus diatasi," tegas Gita.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement