JAKARTA - Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan berada pada support 3.910-3.925 dan resistance 3.958-3.970. Indeks saham pun tampaknya masih sulit kembali ke posisi 4.000.
"IHSG membentuk hammer. Posisi candle kembali melewati lower bollinger bands. MACD masih bergerak turun dengan histogram negatif yang memanjang," ungkap analis pasar modal Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (22/5/2012).
Menurut dia, meskipun perdagangan di BEI mengalami libur selama dua hari di pekan kemarin namun, ternyata kondisi bursa saham global tidak begitu baik sepenuhnya. Harapan bahwa selama libur dua hari akan terjadi perbaikan di bursa saham global tidak terjadi.
"Pergerakan bursa saham Asia yang bervariatif juga tidak membuat IHSG beranjak dari zona merah. Sentimen negatif masih dari krisis Eropa yang tak jelas kapan berakhirnya dan melambatnya ekonomi China," imbuhnya.
Apalagi menurutnya rilis berita akan keluarnya Yunani dari zona euro kian banyak beredar dan mulai pupusnya harapan investor terhadap ekonomi China menjadikan pasar bersikap pesimis. Sepanjang perdagangan kemarin, IHSG menyentuh level 3.958,47 untuk level tertingginya di awal sesi pertama dan juga sempat menyentuh level 3.9907,51 atau level terendahnya di awal sesi dua dan akhirnya berhasil bertengger di level 3.940,11.
"Volume perdagangan tercatat turun dan nilai total transaksi tercatat naik. Investor asing mencatatkan nett sell dengan kenaikan nilai transaksi beli dan nilai transaksi jual. Investor domestik mencatatkan net buy," katanya.
Reza juga mengatakan, bursa saham Asia Pasifik bergerak variatif dimana penguatan terjadi pada bursa saham Jepang, Korsel, Australia, Bangladesh, dan China. Meski masih terdapat bayang-bayang kondisi ekonomi dan politik Eropa yang belum menunjukkan perbaikan namun, pelaku pasar mulai melakukan aksi beli secara bertahap sambil wait and see terhadap sentimen yang akan muncul.
"Adanya pertemuan G8 di AS sedikit membantu mengurangi tekanan jual setelah pelaku pasar merespon positif pernyataan PM Wen Jiabao yang akan memfokuskan pada upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi untuk mengimbangi krisis yang terjadi," tuturnya.
Sehingga menurutnya, pernyataan ini diindikasikan akan adanya upaya pelonggaran ekonomi lanjutan. Apalagi China dikabarkan akan mempercepat persetujuan perizinan bagi investor asing yang telah memenuhi syarat untuk menanamkan dana investasinya di China. Namun demikian, pasar masih belum sepenuhnya yakin akan upaya pemulihan krisis global karena secara keseluruhan pertemuan G8 masih berselisih pendapat mengenai upaya pemulihan tersebut.
Adapun pilihan saham-saham yang bisa dicermati, menurut Reza antara lain LSIP, ROTI, GGRM, CTRA, SSIA, ADHI, dan MAPI.
Berikut ini dua prediksi IHSG dari sumber berbeda.
Panin Sekuritas
Pasca-libur panjang akhir pekan, IHSG langsung tertekan cukup dalam terimbas oleh anjloknya bursa regional sepanjang pekan lalu. Kekhawatiran berlarutnya penyelesaian krisis hutang Eropa membayangi pergerakan indeks. Berlanjutnya aksi jual asing juga semakin menekan pergerakan indeks. Kami perkirakan indeks berpeluang untuk rebound pada hari ini mengingat sebagian saham sudah dalam keadaan jenuh jual. Kami proyeksikan indeks akan bergerak pada kisaran support-resistance 3.909-4.000.
Sinarmas Sekuritas
Pada perdagangan hari Selasa (22/5/2012), secara teknikal indeks sudah oversold, terbuka kemungkinan akan adanya technical rebound, pada kisaran 3.912-3.965. Adanya pernyataan dari PM China untuk menjaga pertumbuhan ekonomi China sehingga menimbulkan spekulasi akan adanya perlonggaran kebijakan moneter serta perkembangan dari uni Eropa seputar keanggotaan Yunani sebagai bagian dari uni Eropa, dapat memberikan sentimen terhadap indeks. Saham-saham yang dapat diperhatikan untuk day trading: UNTR, BTPN, SMGR, ASRI.
(Widi Agustian)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.