Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Tutup Kerugian, PT PAL Indonesia 'Genjot' Kinerja di 2012

Nurul Arifin , Jurnalis-Kamis, 24 Mei 2012 |20:28 WIB
Tutup Kerugian, PT PAL Indonesia 'Genjot' Kinerja di 2012
Ilustrasi. Foto: Corbis
A
A
A

SURABAYA - PT PAL Indonesia tengah menanggung kerugian sebesar Rp1,32 triliun yang tercatat di 2011. Untuk tahun ini, PT PAL berusaha menggenjot pendapatan untuk menutup kerugian tersebut.

Menurut Direktur PT PAL Indonesia Muhammad Firmansyah Arifin, angka kerugian itu merupakan akumulasi dari sejumlah kerugian dari tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah inovasi dilakukan oleh perusahaan galangan kapal plat merah itu. Yakni di sektor pemeliharaan dan perbaikan (Harkan) kapal.

Menurutnya, segmen ini cukup berpotensi sebab jumlah kapal di Indonesia semakin bertambah dari tahun ke tahun. Kapal-kapal tersebut terdiri dari kapal niaga dan kapal perang, Otomatis membutuhkan perbaikan sekaligus pemeliharaan.

"Untuk 2012 ini kami targetkan bisa mencatat revenue (pendapatan) secara total sebesar Rp1,2 triliun," kata Firmansyah kepada wartawan di Kantor PT PAL Indonesia, Surabaya, Kamis (24/5/2012).

Lebih jauh ia mengatakan, untuk sektor Harkan sendiri, di 2012 ditargetkan mampu menambah pendapatan sebesar Rp400 miliar. Kemudian untuk sektor pembangunan kapal baru ditargetkan mampu mencatat pendapatan Rp800 miliar.

"Untuk mendukung itu kita memiliki 300 teknisi terlatih soal kapal dan juga kami akan aktif menggelar pertemuan-pertemuan bisnis dengan sejumlah calon pemesan kapal," tukas mantan Direktur PT Dok dan Perkapalan Surabaya (DPS).

Seperti diketahui, pada 2011 tercatat sekira 118 Perusahaan mencatat laba dan 22 BUMN masih merugi. Total laba mencapai Rp123,93 triliun. PT Pertamina penyumbang laba terbesar dengan angka Rp21,09 triliun. Disusul PT Telkom Tbk sebesar Rp15,47 triliun, PT Bank BRI Tbk Rp15,08 triliun, PT Bank Mandiri Tbk Rp12,69 triliun, dan PT PLN Rp7,19 triliun.

Untuk kerugian mencapai Rp3,2 triliun, sejumlah BUMN yang mengalami kerugian di antaranya PT PAL Indonesia  yang menderita kerugian terbesar mencapai Rp1,32 triliun dan kerugian terendah oleh PT Inhutani III senilai Rp58 juta. Pada 2012, BUMN ditarget laba Rp145,56 triliun atau naik 17,45 persen dibandingkan laba 2011.

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement