Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pengawalan BI Berhasil Tahan Penguatan Rupiah

Martin Bagya Kertiyasa , Jurnalis-Jum'at, 01 Juni 2012 |15:43 WIB
  Pengawalan BI Berhasil Tahan Penguatan Rupiah
Ilustrasi. (Foto: Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Pengawalan dari Bank Indonesia (BI) berhasil membawa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat. Rupiah bertahan di bawah level Rp9.500 per USD.

Bloomberg mencatat rupiah memang menguat 22 poin dan berada di kisaran Rp9.463 per USD, meskipun penguatan rupiah tidak setinggi pagi tadi di kisaran Rp9.331 per USD. Adapun pergerakan harian rupiah yakni Rp9.300-Rp9.585 per USD.

Kurs tengah BI mencatatkan rupiah menguat tajam 232 poin dari Rp9.565 per USD ke Rp9.333 per USD. Rupiah bergerak di kisaran Rp9.286-Rp9.380 per USD.

Head of Research Treasury Division BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, aksi BI masuk ke pasar berhasil menggiring rupiah bertahan dan bahkan ditutup terapresiasi.

"Maraknya rilis data-data ekonomi Indonesia menjadi fokus perhatian pasar yang masih terus memantau perkembangan situasi global. Optimisme support fundamental dalam negeri pun mengisyaratkan bangkitnya rupiah dari keterpurukannya," ungkap riset tersebut, Jumat (1/6/2012).

Apalagi, ditambah dukungan penuh otoritas moneter. Hal ini makin menguatkan kepercayaan bahwa rupiah mampu bertahan dari ketersediaan cadangan devisa Indonesia yang lebih dari cukup untuk mengawal rupiah.

"Estimasi Indonesia foreign reserve Mei 2012 berada di level USD113 miliar. Walaupun demikian, aksi lindung investor yang lebih dominan menguntungkan posisi the greenback memunculkan ancaman tambahan buat pergerakan rupiah," tukas dia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita finance lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement