BANDA ACEH - Angin kencang melanda sebagian wilayah Aceh dalam sepekan terakhir sehingga membuat para nelayan tidak berani melaut. Akibatnya harga ikan di pasaran naik hingga dua kali lipat.
Pedagang di pasar ikan Peunayong, Banda Aceh mengaku sulit mendapatkan ikan sehingga membuat harga ikan melonjak dari harga normal. Ikan tongkol kini bisa dijual Rp35 ribu-Rp38 ribu per kilogram (kg) dari biasanya sekira Rp15 ribu-Rp20 ribu per kg.
"Angin sangat kencang dan gelombang laut juga tinggi," ujar Wakil Sekretaris Panglima Laot Aceh Miftahuddin, Jumat (1/6/2012).
Stok ikan khususnya di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar saat ini berkurang karena nelayan di sana belum berani melaut. Untuk memenuhi permintaan, sebagian ikan kini dipasok dari wilayah pesisir timur dan Sumatera Utara.
Sementara Lembaga Adat Laut Aceh sudah menginstruksikan melalui Panglima Laot di daerah agar para nelayan untuk berhenti sementara melaut, karena cuaca belum memungkinkan
Di tempat Pendaratan Ikan (TPI) Lampulo, Banda Aceh sejumlah nelayan lebih memilih menyandarkan kapalnya di dermaga, karena khawatir dengan angin kencang. Mereka mengaku akan kembali melaut kalau cuaca sudah memungkinkan.
"Kecepatan angin melanda pesisir barat dan barat daya Aceh dalam beberapa hari ini mencapai mencapai 35 hingga 45 kilometer per jam.
Ini terjadi karena pengaruh rendahnya tekanan udara di Samudera Pasifik dan tingginya tekanan udara di Samudera Hindia yang dipengaruhi oleh awan cumulus nimbus dari Samudera Hindia dan badai tropis di Samudera Pasifik," sebut Kepala Stasiun Geofisika BMKG Blang Bintang Aceh Besar Samsuir. (gna)
(Rani Hardjanti)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.