JAKARTA - Investor cenderung menunggu kepastian adanya langkah penyelamatan ekonomi di Zona Eropa, serta pemilihan umum yang dilakukan di Yunani. Akibatnya, nilai tukar rupiah akhir pekan ini diprediksi cenderung stabil di level Rp9.400-Rp9.450 per USD.
"Stagnannya rupiah dipicu oleh tarik menarik sentimen antara negatif dan positif," kata analis valuta asing, Rahadyo Anggoro, kepada Okezone di Jakarta Jumat (15/6/2012).
Sentimen negatif yang dimaksud, adalah dominasi oleh memburuknya kondisi di Eropa setelah Moody's men-downgrade tingkat kredit Spanyol. Selain Moody's, Egan-Jones juga memangkas peringkat Spanyol sebanyak satu level menjadi CCC+.
"Tapi, di sisi lain, pelemahan rupiah bisa dibatasi, seiring munculnya harapan terhadap adanya Quantitative Easing (QE) dari Amerika Serikat (AS) jelang pertemuan Bank Sentral The Fed pekan depan," kata Rahadyo.
Harapan menguat itu, datang setelah data kemarin menegaskan pelemahan ekonomi AS dan ancaman rendahnya inflasi di AS. Data retail sales AS turun 0,2 persen pada Mei dari bulan sebelumnya minus 0,2 persen. Ini seperti menegaskan masih lemahnya konsumsi masyarakat di AS. Kondisi ini akan mengurangi tenaga pemulihan ekonomi di AS.
Sekadar informasi, pada penutupan perdagagan sore kemarin, rupiah ditutup di level Rp9.410-9.450 per USD dan tidak terlalu banyak pergerakan. Kondisi ini terjadi seiring dengan kurang berhasilnya aksi Bank Indonesia (BI) menawarkan term deposit berbasis dollar yang belum mampu menguatkan rupiah.
Mata uang rupiah justru tertekan, lantaran permintaan terhadap term deposit lebih rendah dari ekspektasi pasar. Dan sempat mengakibatkan rupiah kembali
melemah pada sesi pagi. Mata uang rupiah sempat melemah ke level Rp9.470 per USD pada pukul sesi opening kemarin.
Rahadyo menambahkan, Deputi Gubernur BI Halim Alamsyah menargetkan, kebijakan term deposit ini bisa membawa kembali valas sekitar USD2 miliar per hari ke pasar domestik. Hal itu demi mengurangi volatilitas rupiah.
Kemarin, BI menerima valas senilai USD700 juta dari deposito tujuh hari dan 14 hari, dengan bunga 0,17 dan 0,18 persen. Bunga tersebut lebih rendah ketimbang di AS yang mencapai 0,23 persen untuk deposito selama seminggu, dan 0,24 persen untuk 15 hari.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Ekonomi Okezone menyajikan berita ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.